U2 Indonesia

Sunday, November 19, 2017

U2 Timeline

26 Feb 1980: Singel Another Day dirilis oleh CBS record khusus untuk pasar Irlandia

28 Feb 1983: Album ketiga, WAR dirilis

Feb 1986: Majalah Propaganda dirilis untuk pertama kalinya

Acara U2Nite yang digelar malam minggu yang lalu, tepatnya tanggal 7 Juni di Fame Station saya kasih bintang 5 dan 3 kata: Keren ! Edan ! Surprised !

Saya bilang Keren karena susunan lagu untuk masing-masing penampil sangat pas sekali. Edan karena para pengisi acara-nya memang edan ! Masing-masing menampilkan performance yang luar biasa. Yang tidak kalah edan juga para penontonnya 
Dan memang banyak hal yang mengejutkan yang terjadi, paling tidak mengejutkan saya kalau penonton lain tidak merasa terkejut.

Ketika U2-indonesia.com mempublikasikan acara tersebut, cukup banyak yang melontarkan pertanyaan: “mengapa harus di Bandung ?”
Sebenarnya jawaban saya cukup singkat saja, karena di Bandung ada Djundi Prakasha (selanjutnya saya sebut mas DP disini). Jika masih asing dengan nama tersebut, silahkan klik disini untuk mengenal beliau lebih jauh lagi.

Mas DP sempat mengatakan pada saya bahwa untuk U2nite kali ini, beliau mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, ide dan dana yang tidak sedikit; semata-mata untuk mewujudkan komitment bahwa setiap U2nite akan selalu berbeda.
Dan salah satu hal berbeda yang paling nyata adalah pemilihan hari, dimana sebelumnya U2nite tidak pernah memilih hari Sabtu/Minggu. Urusan pemilihan hari bukanlah hal sepele. Hari yang dipilih oleh U2nite ke-10 ini sangatlah beresiko dari sisi bintang tamu, karena jadwal manggung mereka kemungkinan sudah terisi.
Bisa jadi pemilihan tanggal benar-benar disesuaikan dengan hari ulangtahun sang pemilik yang jatuh tanggal 8 Juni 2008. Bagi yang belum tahu, awalnya acara U2nite ini lahir dari keinginan seorang Djundi Prakasha untuk menyenangkan hatinya sendiri. Jadi bukan tidak mungkin acara 10 tahun U2Nite kali ini adalah hadiah yang disiapkannya untuk dirinya sendiri.
Tidak salah, karena saya juga sering memberi hadiah mewah untuk diri saya sendiri LOL !

U2nite di Fame Station bukan sekedar pagelaran musik dengan konsep tribute, bukan juga sekedar acara rutin atau acara musiman semata… U2nite yang digelar oleh Fame Station sejak tahun 1998 hingga 2008 adalah pembuktian diri dari seorang Djundi Prakasha bahwa tidak ada penggemar U2 dari Indonesia yang segila dirinya ! *glek*

KILAS SETLIST

Konser musik berdurasi kurang lebih 4 jam ini dibuka dengan penampilan solo dari GAIL dengan lagu I Will Follow dalam format akustik. Menyimak judulnya, para penggemar U2 sudah tidak asing dengan lagu tersebut, namun bagi mereka yang sempat menyaksikan aksi pembuka ini, rasanya sebagian besar akan mengerutkan kening sambil berpikir: “lagu apa nih ?”
Baru ketika sampai di bagian chorusnya lagu tersebut akhirnya dikenali. Lagu ini dibawakan dengan konsep yang sangat berbeda sehingga menimbulkan suasana dramatis sebagai opening session. Penampilan GAIL dengan konsep minimalis sebenarnya cukup asik, sayang jatahnya hanya sedikit.

Usai membawakan lagu pembuka tersebut, GAIL memanggil para personil NINEBALL tampil diatas panggung untuk membawakan Electrical StormStuck in the momentThe sweetest thing, & A man and a woman, dengan format akustik. Walaupun penonton masih adem ayem, tapi mereka semua dengan sukarela langsung memposisikan diri sebagai backing vocal.
Selesai dengan 4 lagu tersebut, giliran NINEBALL istirahat sejenak dan memberikan panggung kepada PRAVACHORUS, sebuah kelompok paduan suara berjumlah 10 orang (4 pria & 6 wanita).
Kelompok ini membawakan StayI Still haven’t found dengan format choir tentunya. Kedua lagu ini teramat sangat keren dibawakan dengan pembagian suara yang komplit; terutama sekali pada lagu I Still haven’t found – berhasil menghadirkan nuansa gospel. Sampai disini saya sudah mengacungkan jempol untuk pemilihan lagu bagi NINEBALL dan PRAVACHORUS, padahal waktu masih sangat panjang…

Sekedar informasi, 1 tahun yang lalu, tepatnya bulan Juni 2007, ketika saya pertama kali bertemu mas DP; beliau sudah mengutarakan keinginannya untuk menghadirkan konsep U2 choir dalam acara U2nite yang akan datang. Hal ini jelas memperlihatkan apa yang saya tuliskan diatas; bahwa persiapan acara ini bukan persiapan ‘kemaren sore, dik !’

Kelompok paduan suara ini lagi-lagi membuat saya gemas, karena mereka hanya membawakan 2 lagu saja, tadinya saya pikir akan membawakan paling kurang 4 lagu – dengan penambahan Miss SarajevoYahweh.
Lagu I Still haven’t found dari PRAVACHORUS menjadi penutup sesi akustik / acapela. Ya, bagian peregangan otot sudah selesai…

Sesi pemanasan dibuka kembali oleh NINEBALL dengan Party Girl; sebuah pemilihan lagu yang cukup berani menurut saya. Sejauh yang saya amati, tidak banyak penonton yang ngeh dengan lagu ini karena memang bukan termasuk lagu popular dikalangan penggemar U2 biasa. Party Girl sendiri seperti putri tidur dalam cerita dongeng… Sebuah lagu lama yang kembali diusung oleh U2 dalam konser Vertigo mereka. Saya ingat ketika salah satu teman di Singapore menceritakan pengalamannya nonton Vertigo tour di Australia; ia mengatakan tidak kenal dengan lagu Party Girl yang dilantunkan oleh Bono. Aha !

Usai Party Girl, NINEBALL memanggil GAIL keatas panggung untuk menutup pemanasan ini dengan Vertigo dan Walk On. Disini saya mulai merasa ada yang kurang dari sisi sound, terutama pada bagian-bagian tertentu dalam Vertigo.
Tidak terlalu kentara, karena penonton sudah mulai berjingkrakan.

Sekitar pukul 23.45 diantara gelapnya lampu, terdengar intro Van Diemen’s Land mengiringi para personil ZOOM. Hmm, pemilihan lagu pembuka yang sangat tepat karena langsung menghadirkan nuansa haru akan kerinduan terhadap grup yang masing-masing personilnya sudah memiliki kesibukan sendiri. Kurang lebih 11 lagu dibawakan oleh ZOOM untuk menghangatkan suasana (dan suasana memang menjadi benar-benar hangat !), termasuk diantaranya lagu Yahweh yang saya pikir akan dibawakan oleh PRAVACHORUS.
Ada beberapa catatan yang saya buat dari daftar lagu yang dibawakan oleh ZOOM ini. Ketika membawakan New Year’s Day, saya kembali mendapati tidak banyak penonton yang ikut bernyanyi pada lagu ini; entah karena kecapean atau memang lagi-lagi tidak ngeh. Saya pribadi menilai alasan terakhir lebih tepat. Lagu ini rasanya mulai dikenal oleh angkatan millennium setelah muncul dalam album The Best 1980-1990. Ketika intro lagu ini dikumandangkan, semua orang mungkin tau, tapi sedikit sekali yang bisa ikut bernyanyi bersama sang vokalis.

Lagu lain yang membuat saya terkejut adalah Running to Stand Still; ada 2 keterkejutan dari lagu ini.
Pertama, saya pikir akan dibawakan oleh Setiawan Djodi. Kedua, saya tidak menyangka format yang dibawakan adalah format konser tahun 1993 di Dublin !
Kembali pada pertemuan saya dibulan Juni 2007 dengan mas DP, beliau mengatakan bahwa lagu ini bagus jika dibawakan oleh Setiawan Djodi. Ketika melihat PRAVACHORUS, saya mulai merasa akan adanya kehadiran Setiawan Djodi dalam konser ini karena semua yang dibicarakan oleh mas DP mulai terlihat realisasinya. Jadi sebelum ZOOM membawakan lagu favorit saya dengan versi favorit saya pula, saya sudah berkhayal akan mendengarkannya dari lantunan Setiawan Djodi, hahahaha !!!
Bukan hanya Running to Stand Still, tapi sebagian dari lagu favorit saya ternyata menjadi setlist dari grup yang dulunya sering mengisi acara U2nite di Fame Station.

With or Without you dan Who’s gonna ride your wild horses menjadi pelengkap suasana emosional yang saya rasakan ketika itu. Namun, dibalik rasa puas, sekali lagi saya merasakan adanya ganjalan dimasalah sound, terutama suara dari mic vokalis. Tapi hal itu tidak sampai menjadi gangguan untuk saya, lha semua vokalis yang tampil malam itu mendapat backing vocal yang luar biasa dari penonton !

Yang perlu digarisbawahi pada penampilan ZOOM adalah sang gitaris yang teramat sangat sukses menghidupkan kegilaan dibawah panggung ! Keberaniannya membaur dengan penonton hingga beraksi diatas meja patut diacungi jempol sebanyak-banyaknya

Usai 11 lagu dari ZOOM, penonton dipersilahkan menikmati Discotheque Anthem dari DJ DEWO. Waktu istirahat ini menurut saya terlalu panjang, hampir satu jam lamanya. Beberapa orang teman malah menggunakannya untuk tidur ditengah bisingnya suara music.
Yang menilai sesi ini kepanjangan memang hanya anak2 U2indonesia sih… (hihihihiiii…)
Sambil menunggu kami mulai coba menghitung berapa lagu yang akan muncul, sampai jam berapa acara akan selesai, kejutan apa lagi yang akan muncul, dst …

Tepat pukul 2 dinihari, tanggal 8 Juni, sebuah tembang berjudul Wake Up milik The Arcade Fire dimainkan.
Sekali lagi, tidak banyak yang menyadari arti dari pemutaran lagu yang memang bukan lagunya U2 ini, namun dipakai oleh U2 sebagai opening intro dalam rangkaian Vertigo Tour. Saya dan teman-teman dari U2-Indonesia.com memang sudah berencana untuk maju kedepan panggung pada saat U2 All Star akan tampil, dan Wake-Up sudah jelas bagi kami sebagai tanda untuk meninggalkan meja dibawah balkon. Tiba didepan panggung, kami masih menyanyikan bait-bait dari Wake-Up dan saya sendiri mendapati beberapa orang dibibir panggung yang dengan sengaja berbalik menghadap saya dan menatap kami dengan bingung… ah, sungguh kocak kejadian saat itu.

Ditengah kekocakan itu, mereka yang masih bingung akhirnya menyadari bahwa Kin The Fly telah berdiri diatas panggung, disusul Noey Java Jive, Didit Protonema dan Ricky FM.
Seperti yang sudah saya duga, City of Blinding Light menjadi tembang pembuka U2 All Stars. Sesuai dengan judul lagunya, suasana yang dibangun selama lagu ini cukup meriah dengan permainan lampu. Disusul dengan I will Follow, Elevation dan Sunday Bloody Sunday, seluruh penonton didepan panggung rasanya tidak berhenti melompat, berjingkrakan dan berteriak-teriak berusaha mengalahkan suara Andy /rif membawakan setiap bait. Memasuki lagu ke-4, The Ground Beneath her Feet, saya memutuskan untuk mendengarkan dari belakang, dibawah balkon – sekedar memastikan kembali apakah suara Andy /rif yang saya rasa kurang maksimal itu memang begitu adanya atau karena saya terlalu dekat dengan panggung. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa keliatannya memang ada yang kurang dengan sound.
Sekali lagi, itu bukan masalah.
Saya justru merasa aksi panggung Andy /rif kurang maksimal & kurang lincah.
Mungkin Andy terlalu terpukau pada penonton didepan panggung, yang begitu hafal dan lancar bernyanyi bersamanya, tidak kurang dari 13 lagu !

Hmm, ada cerita sedikit mengenai lagu Kite. Beberapa orang teman didepan panggung terlalu iseng untuk meledek Andy /rif yang salah melafalkan teks. Tapi Andy lebih iseng lagi untuk menanggapi ledekan anak-anak, hehehehe…

Kemunculan AMY & STRING QUARTET mengiringi U2 All Stars dalam Bad juga memberi warna yang berbeda, mengukuhkan kematangan dalam pemilihan lagu bagi para pengisi acara.
LUAR BIASA !!!

SURPRISED

Saya mencatat adanya beberapa “kejutan” dari acara U2nite ini.
Kejutan pertama sudah saya sebutkan diatas, pada lagu Running to Stand Still. Setelah itu, kemunculan Belly Dancer pada lagu Mysterious Way merupakan sesuatu yang tidak terbayangkan oleh saya dan teman-teman U2-Indonesia.com
Sang Belly Dancer membawakan tariannya dengan cukup manis, tanpa memunculkan kesan murahan namun tetap erotis. Hanya saja, kostum dengan dominasi warna putih menurut saya terlalu monoton, dan kurang ‘berkilau’.

Surprise berikutnya, mungkin tidak terlalu mengejutkan bagi saya dan teman-teman U2-Indonesia.com karena kami sudah mendengar bocoran dari pihak yang dapat dipercaya, bahwa Ronaldisko akan muncul dengan salah satu lagu dari album Zooropa. Walaupun kami tidak mendapat bocoran kostum yang akan digunakan, tapi 100% kami yakin Ronaldisko akan muncul sebagai MacPhisto !! Bingo ! Bintang ekstravaganza yang baru melepas masa lajangnya memang muncul dengan kostum MacPhisto membawakan Lemon.

Kejutan berikutnya tentu saja kemunculan Setiawan Djodi dengan lagu Sometime You Can’t Make it On Your Own. Beberapa orang teman menyayangkan mengapa pengusaha tersebut membawakan lagu yang tidak dihafalnya.
Saya sendiri menganggap Setiawan Djodi bukan muncul sebagai ‘penampil’ tapi sebagai salah seorang penggemar U2; jadi terus-terang saya tidak begitu peduli dengan lagu yang tidak dihafal beliau. Hanya saja memang akan lebih keren jika kemunculannya dengan format akustik. Tapi mungkin bayarannya berbeda, hehehe...

Secara keseluruhan, saya menilai U2Nite ini berhasil memberikan kepuasan bagi para penggemar U2, paling tidak penggemar seperti saya. Sepanjang menonton acara ini, saya dan beberapa orang teman rasanya sangat sering berdecak kagum.

Ketika acara sudah usai dan kami masih duduk didalam Fame Station untuk beristirahat untuk mengumpulkan tenaga sebelum pulang (gila aja, semalam kita berdiri dan jingkrak-jingkrak !) saya sempat memikirkan berapa biaya yang dikeluarkan oleh mas DP untuk acara ini, bagaimana caranya mengumpulkan para personil ZOOM, dan lain sebagainya.
Pengalaman mas DP dalam menyaksikan beberapa konser U2 menjadi salah satu pembeda dengan U2Nite dikota lain. Sama sekali tidak ada maksud untuk merendahkan, tapi karena U2Nite di Fame Station di create bukan semata-mata oleh seorang pengusaha, tapi juga oleh seorang U2 freak nomor 1 dari Indonesia.
Menghadirkan seorang pengusaha sekelas Setiawan Djodi & mengumpulkan kembali personil ZOOM, bagi saya adalah suatu usaha yang sangat luar biasa. Apalah artinya kekurangan yang tidak begitu berarti yang saya sebutkan diatas, jika dibandingkan dengan kemegahan acara dan totalitas dari pihak penyelenggara.

BRAVO !

Terima kasih kepada seluruh pendukung acara, juga kepada para sponsor yang telah membantu hingga acara ini terlaksana dengan sangat baik.
Tentunya terimakasih pula kepada Fame Station dan pemiliknya !
Sampai bertemu lagi di acara U2nite berikutnya, di Fame Station.

=======================================================

U2 Nite Tracking List

GAIL
1. I Will Follow

NINEBALL
2. Electrical Storm
3. Stuck in the moment
4. The Sweetest Thing
5. A man and a woman

PRAVACHORUS
6. Stay
7. I Still Haven’t Found What I’m Looking for

NINEBALL feat. GAIL
8. Vertigo
9. Walk ON

ZOOM (susunan tidak berurutan)
10. Van Diemen’s Land
11. Heartland
12. Desire
13. Staring At The Sun
14. Angel of Harlem
15. New Years Day
16. Until The End of The World
17. Yahweh
18. Running to Stand Still
19. Who’s Gonna Ride Your Wild Horses
20. With or Without You

*Intro: Wake Up*

U2 ALL STARS
21. City of Blinding Lights
22. I Will Follow
23. Elevation
24. Sunday Bloody Sunday
25. The Ground Beneath Her Feet
26. Mysterious Way
27. Lemon (vocal: Ronaldisko)
28. Where The Streets Have No Name (vocal: Andy /rif)
29. Bad (feat. AMY & STRING QUARTET)
30. Sometimes You Can’t Make It On Your Own (feat. Setiawan Djodi)
31. Kite
32. One (feat. Ronaldisko, Setiawan Djodi, Lilo, Otong KOIL, Adam, Maggie / rif, Djundi P, …)
33. All I Want Is You (feat. Ronaldisko, Setiawan Djodi, Lilo, Otong KOIL, Adam, Maggie / rif, Djundi P, dan beberapa orang yang tidak saya hafal namanya, maaf)

=======================================================

Comments   

 
0 #1 rori 2014-09-28 20:58
Ada videonya gak nih , fans U2 juga nih.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh