U2 Indonesia

Sunday, November 19, 2017

U2 Timeline

26 Feb 1980: Singel Another Day dirilis oleh CBS record khusus untuk pasar Irlandia

28 Feb 1983: Album ketiga, WAR dirilis

Feb 1986: Majalah Propaganda dirilis untuk pertama kalinya

Kesan itu yang terbentuk dikepala saya setelah menyaksikan U2012nite, Last night on earth, di Fame Station. Tidak berlebihan rasanya jika sebelumnya saya mengatakan bahwa U2 tribute show yang biasa diselenggarakan oleh Fame Station Bandung sejak tahun 1998 itu adalah yang terbaik dan berbeda dengan U2 nite dikota lainnya (jika ada).

Kurang lebih 13 performer dengan total 46 lagu menjadikan U2nite tahun ini sebagai favorit saya diantara U2nite yang pernah saya hadiri di Fame Station. Rasanya seperti sedang nongkrong bersama pencinta U2 dalam sebuah club dan menikmati live performance dari beberapa band. Sayang sekali beberapa teman dari milis U2indonesia yang biasanya hadir sedang berhalangan, jika tidak, maka lengkaplah kesempurnaan malam itu.

Saya sudah berada didepan panggung sebelum acara dimulai. Layar TV didalam sedang memainkan konser Live Aid 1985, yang kebetulan juga diselenggarakan pada tanggal 13 Juli. Semula, video yang akan dipasang selama jeda session adalah film dokumenter, From the Sky Down. Tapi ternyata salah satu channel TV cable menayangkan untuk pertama kalinya justru pada tanggal 9 Juli 2012, 4 hari sebelum U2nite. Pilihan lainnya adalah konser 46664; sebuah konser amal untuk memberantas AIDS di Afrika Selatan. Namun dengan mempertimbangkan bahwa konser ini mungkin kurang dikenal oleh kalangan pendengar U2 pada umumnya, maka diputuskan untuk menampilkan sesuatu yang lebih fenomenal dan familiar. Live Aid 1985.

Pilihan tepat! Selama jeda session, para penonton ikut bernyanyi bersama Dire Straits, Simple Minds dan Queen tentu saja

Acara dibuka dengan alunan “In a little while” oleh Orange Pop, band party yang berbasic rock dan bernuansakan britpop yang berdiri dari 1 juni 2004. Adalah merupakan tugas berat bagi band ini untuk tampil sebagai pembuka, mengingat U2nite kali ini harus mulai lebih awal dari biasanya… jam 8 malam.

Bukan waktu yang normal bagi sebuah pub seperti Fame Station untuk membuka acara besarnya pada jam 8 malam. Tapi hal itu tidak bisa dihindari mengingat materi lagu yang akan ditampilkan. Well, the show must go on! Orange Pop memuaskan penonton dengan suguhan 5 lagu: “In a little While”, “I’ll go crazy”, “Discotheque”, “Who’s gonna ride your wild horses” dan “Staring at the sun”.

Penampil berikutnya adalah band yang direkrut dari sesi Open audition, The Musca. Melihat setlist-nya (Magnificent, I’ll go crazy if I don’t go crazy & Elevation) saya sempat mempertanyakan kepada mas Djundi, mengapa mereka diberikan lagu yang sama dengan penampil lainnya. Ketika mempertanyakan hal itu tentu saja saya lupa bahwa band ini adalah pemenang Open Audition – sehingga waktu untuk latihan lagu lain kemungkinan besar sangat terbatas. Selain itu, dengan setlist yang sudah terbentuk sebelum Open audition, jika The Musca harus menyanyikan lagu yang berbeda maka pihak penyelenggara membutuhkan ekstra energi untuk menentukan pilihan lagu. Dan memilih lagu orang lain untuk dinyanyikan oleh sebuah band bukanlah seperti kita memilih daftar lagu untuk playlist di ipod tentunya.

Jika boleh berandai-andai, tanpa memikirkan faktor lainnya, maka song list The Musca versi saya akan menjadi seperti ini: “The Fly”, “Electric Storm”, dan “Lemon” Wink

Setelah The Musca menutup penampilan keren mereka dengan Elevation, panggung diambil alih oleh band yang sudah 2 tahun menjadi home band di Fame Station, Escape. Personil band ini (bagi saya) cukup banyak, 7 orang – walaupun begitu, personil tetapnya hanya 5 orang, sedangkan untuk pemain bass dan keyboard masih bersifat additional player. Escape membuka penampilan mereka dengan 2 lagu kembar siam, “Beautiful day” dan “Always” disusulkan dengan “No line on the horizon” (aaaw!).


Ketika backing vocal membawakan “MLK” saya yang belakangan ini terus-terusan memasang U22 ditelinga saya, secara otomatis langsung mengira bahwa “Walk on” akan menjadi lagu berikutnya. Jreeeng! dan saya pun salah! Ternyata “With or without you” sesudahnya. Who’s the hell on earth that made this freakin’ awesome combo?!? Kudos! Escape meninggalkan panggung setelah menebar “Vertigo” ditelinga penonton.

Saya memiliki grup di iMessage, isinya hanya bertiga dengan mas Djundi dan Irvan. Tujuan grup ini supaya memudahkan saja kalau kita bertiga mau share info tentang U2 atau apapun yang berkaitan dengan U2. Termasuk didalamnya adalah seputar U2nite, yang sudah dibahas setlist-nya sejak awal bulan Mei lalu. Dari mulai pemilihan lagu juga para pengisi acara. Tentu saja tanpa perlu diberi wejangan, saya dan Irvan memang tidak pernah berniat memberikan spoiler apapun, kecuali atas ijin tentunya. Jadi ketika mendengar tentang Astree and The Leaves, saya sudah sangat excited – tidak sabar ingin melihat penampilan grup ini, yang menurut mas Djundi, sang vokalis (Astri) adalah keponakan dari Andy & Magi /rif.

”Hold me, Thrill me, Kiss me, Kill me” bisa dibilang sebuah lagu yang cukup garang untuk dibawakan oleh vokalis yang cute dan imut-imut ini, tapi itulah tugas dari penyanyi – bisa membawakan lagu apa saja! Ketika Astree and The Leaves (AATL) membawakan “Miracle Drug” saya mulai merasa putus asa karena sejak awal acara, saya kesulitan mengambil foto para drummer. Maklum, saya hanya mau membawa kamera poket jika bepergian sendiri. Saya pun sempat berpikir, mengapa semua drummer harus diposisikan dibelakang, kenapa tidak disamping para gitaris supaya memudahkan para fotografer, hahaha!

Terus terang, saya belum pernah mendengar Magi /rif bernyanyi, dalam artian menyanyi sebagai vokalis utama. Jadi ketika Magi meninggalkan perangkat drum-nya dan menuju mic, saya pun sangat excited.. Ternyata suaranya mirip Andy, hehehe! Lagu “Party Girl” dibawakan secara akustik dimana Astri memainkan gitar mengiringi sang paman. How cute is that?

Lagu berikutnya dari AATL adalah “Stay”. Saat itu band ini mendapatkan sejumlah besar backing vocal, karena penonton secara otomatis membentuk koor mengiringi Astrie. Penampilan AATL pun ditutup dengan “Elevation”.

Lanjuuut! Sekelompok pengamen jalanan dari rumah mendiang Harry Roesli ikut ambil bagian dalam U2 nite kali ini. Dengan konsep akustik, kelompok beranggotakan 5 orang ini membawakan “One”, “I still haven’t found” dan “Vertigo”.

Saya cukup merinding ketika menikmati “One”. Ambience-nya sangat berbeda dengan penampilan-penampilan sebelumnya. Dan seperti yang sudah pernah saya ungkapkan di artikel sebelumnya (lupa lagi, yang mana) bahwa “One” adalah lagu yang kurang saya sukai dari album “Achtung baby”. Saya hanya menyukai lagu itu ketika dibawakan secara live. Dan bagi saya, 57kustik cukup sukses membuat saya merinding. Sebelum masuk pada lagu kedua, sang vokalis memperkenalkan diri mereka “Selamat malam, kami akan membawakan lagu-lagu U2 ala ngamen karena kami biasanya ngamen disimpang dago, diangkot-angkot. Jadi kali ini penumpang angkotnya banyak

Lagu berikutnya adalah lagu favorit saya sepanjang masa… “I still haven’t found what I’m looking for”. Sayang sekali terjadi banyak slip-tongue dalam lagu ini sehingga liriknya jadi kemana-mana. Aaah.. tenang saja… Bono sendiri sering lupa pada lirik yang diciptakannya, apalagi orang lain yang membawakan lagunya, iya toh? Penampilan 57kustik pun ditutup dengan “Vertigo”.

Sudah semakin malam… dan U2012nite pun semakin mendekati puncak acara. Sejak acara dimulai, saya memberikan live tweet di akun @u2_indonesia supaya teman-teman yang berhalangan bisa mengikuti setlist-nya. Tapi sejujurnya, alasan saya membuat live tweet adalah untuk memudahkan saya dalam pembuatan artikel ini – terutama dalam membuat songlist dari setiap penampilan, hehehe…

Tapi… Zoom Reunion adalah band berikutnya yang akan tampil. Saya pun meradang dalam dilema, kalau saya tetap melakukan live tweet, saya bisa kurang konsentrasi menikmati band ini. Kalau saya tidak melakukan live tweet, bisa-bisa lupa dengan songlist-nya. Lagi pula saya berniat membuat video dari penampilan Zoom Reunion. Akhirnya sebuah kenyataan membantu saya membuat pilihan. Koneksi wifi tiba-tiba tersendat sehingga menyulitkan saya untuk membuka akun twitter. Ya sudahlah… This is it!

Zoom Reunion adalah band yang paling saya tunggu malam itu. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, bocoran setlist secara kasar sudah saya ketahui, dan saya pun sangat menantikan lagu favorit saya, Exit, akan dibawakan oleh band yang paling saya tunggu ini. Asiiiik….!

Oops, kemudian saya ingat percakapan dengan mas Djundi beberapa hari sebelum acara. Mas Djundi menyampaikan bahwa Zoom Reunion mengusulkan untuk meng-cut “Exit” nooooooooo!!! Beliau memang menyarankan agar jangan di-cut, tapi saya kemudian lupa menanyakan keputusan akhirnya bagaimana.

Tentu saja rasanya tidak fair jika membandingkan penampilan Zoom Reunion dengan band-band sebelumnya… Jack Simanjuntak, Mulki Seurieus, Sule Lubis, dan Reza bukan anak-anak kemaren sore yang baru mempelajari lagu-lagunya U2. Mereka sudah menjadi pengisi acara U2nite sejak pertama kali dibuat. Sehingga ketika soul musik mereka sangat mengena terhadap 12 lagu yang mereka bawakan, juga bukan hal yang aneh. Saya dan teman-teman milis u2indonesia beberapa kali meng-amin-kan bahwa musik dari Zoom Reunion sukses membawa “U2” kedalam Fame Station malam itu.

Jika pada U2nite tahun 2008 yang lalu, Jack, Mulki, Sule dan Reza menandai kehadiran mereka diatas panggung dengan “Van Diemen’s Land” kali ini “I will follow” yang dipilih sebagai lagu pembuka. Saya sedikit merasa mas Djundi menganakemaskan Zoom Reunion, hahaha! Sah-sah saja jika pun memang benar, karena Zoom memiliki ikatan emosional dengan acara U2nite. Kenapa saya sebut “menganakemaskan” semata-mata karena daftar lagu yang dibawakan oleh band ini.

Mereka membawakan 12 lagu klasik! Dua diantaranya, “Exit” dan “A sort of homecoming” belum pernah ditampilkan sepanjang sejarah U2 nite di Fame Station. Dan seperti kata Sule, yang hafal lagu “A sort of homecoming” pastinya sudah tua… yup! Untuk penggemar seperti saya, dan mungkin juga penonton lain yang sudah menggilai U2 sejak thn 1980an, kemunculan 2 lagu tadi pastinya sangat berkesan. “Running to stand still” versi live kembali dibawakan oleh Reza. Lagu ini pun memiliki kenangan dalam hidup saya, karena merupakan lagu favorit mendiang ibu saya. Lagu lainnya, “Ultraviolet” merupakan primadona dari rangkaian konser U2 360, pada U2 nite 2010 lagu ini dibawakan oleh Andy dengan U2 All Star, sedangkan tahun ini dipercayakan pada Sule bersama Zoom Reunion.

Tapi penampilan Zoom Reunion yang paling berkesan justru pada lagu penutup mereka, “Angel of Harlem”. Pada lagu ini Sule dkk diiringi oleh Jack Arthur Big Band. Perpaduan mereka sangatlah sukses membawakan lagu ini sebagaimana aslinya, hingga melekat sampai ke urat nadi kami (saya dan teman-teman dari milis u2indonesia). Two thumbs up!

Oh ya, disela-sela penampilan Zoom Reunion, mereka sempat rehat dan memberikan panggung pada Ammy and Female String Quartet.

Penampilan Ammy sungguh sangat memukauuuuuuuuuuuu!!! Saya sampai tidak sempat untuk membuat catatan maupun mengambil foto yang cukup banyak dari penampilannya. Foto yang saya miliki diambil ketika “sihir” Ammy belum bekerja mempengaruhi kepala saya.

Jadi, sekarang tinggal penampilan terakhir dari U2 all star. Ketika kru sedang mempersiapkan panggung, kami penonton asyik bernyanyi bersama Freddie Mercury dalam penampilannya di Live Aid. Disela-sela itu pun saya dan beberapa teman sempat mendiskusikan setlist yang akan dibawakan oleh U2 all star, mengingat lagu-lagu familiar sudah dibawakan oleh band-band sebelumnya.

Masalahnya saya sulit membuka aplikasi Whatsapp untuk melihat kembali history conversation dengan mas Djundi mengenai daftar lagu untuk All Star, hihihihi… Yang saya ingat hanyalah lagu pembuka yang akan dibawakan oleh All Star, kemudian Kin akan membawakan “Love is blindness” dan “Mercy” akan hadir pula.

U2 all star membuka dengan “Even better than a real thing”. Dalam penampilannya, All star sempat berganti vokalis untuk lagu “Sunday Bloody Sunday”. Andy memanggil Yana Marvell untuk menggantikannya. Sedangkan pada lagu “Stuck in a moment” Andy justru berduet dengan Yana.

Walaupun “Mercy” baru pertama kali dibawakan, tapi penampilan keren All Star menurut saya justru pada saat mereka berkolaborasi dengan Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha; membawakan “Where the streets have no name”. Kita tentu sudah familiar dengan kolaborasi U2 dan Soweto Gospel Choir dalam album U2Duals. Yes! All Star dan PS Maranatha membawakan versi duet tersebut. Dibuka dengan “Amazing Grace”, kolaborasi ini pun langsung menjadi favorit saya dari All Star!

Ammy and Female String Quartet kembali keatas panggung membawakan “Original of the species” dan “Kite”. Lagi-lagi Ammy menggunakan tangan magic-nya untuk membius kami untuk menjadi vocalist mengiringi penampilannya. Aaah… Ammy keren sekali !

Selain Ammy, Pia Utopia pun ikut mengisi panggung All Star, membawakan lagu anthem dari Fame Station, “All I want is you”. Penampilan All Star ditutup dengan 2 lagu klasik yang selalu menjadi lagu terbaik U2 diatas panggung; “Bad” dan “Forty”.

Menilik setlist untuk All Star, mungkin bagi sebagian orang akan terasa aneh... mengapa "With or Without you", "One", "Vertigo", atau "Elevation" tidak menjadi bagian mereka. Oh well... baru namanya saja "All Star"... kalian ingin melihat penampilan mereka atau mendengarkan lagu pilihan sendiri Tongue out Tidak ada satupun dari daftar lagu yang dibawakan oleh All Star mendapat nilai minus. Nyaris tanpa kekurangan. Masalah tidak hafal lirik, coba lihat kembali tulisan saya pada bagian 57kustik diatas ...

~~~

Pada awal tulisan ini saya menyebutkan bahwa U2 nite di Fame Station selalu berbeda dengan U2nite lainnya jika memang ada (sepengetahuan saya memang ada dikota lain). Jika dikatakan bahwa penilaian saya biased, mungkin benar… saya tidak menyangkal hal itu.

Tapi saya akan menyangkal jika dalam hal ini dianggap biased karena saya mengenal mas Djundi. No, no, no…. bukan itu penyebabnya.

Biased, karena saya adalah penggemar U2, ya. Biased, karena “kebetulan” beberapa “versi” lagu yang dipilih oleh mas Djundi adalah yang saya sukai, ya. Biased, karena dalam hidup saya tidak tau banyak (dan tidak ingin tau) tentang grup musik lain sebanyak pengetahuan saya tentang U2, ya.

Bagi seluruh penggemar U2 di Indonesia, tidak mungkin tidak ada yang mengakui bahwa kita begitu mengharapkan mega rock band asal Irlandia ini menggelar konsernya ditanah air tercinta. U2nite selalu berusaha untuk menghadirkan suasana konser U2 terakhir kedalam acaranya. Tentu saja tidak mungkin membawa kemegahan disain panggung yang spektakuler, tapi paling tidak U2nite berusaha memuaskan audience-nya untuk menikmati versi-versi live dari setiap lagu yang mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang (non-commercial record), versi bootleg, versi remix – dengan kata lain U2nite berusaha untuk tidak sekedar menghadirkan “lagu” U2 ala kadarnya.

Saya sebagai audience dan sebagai penggemar U2, sangat berterima kasih pada pihak penyelenggara U2 nite 2012, yang dengan segala effort maupun kendala yang dihadapi (baca lagi artikel ini) telah menghadirkan sebuah live show yang luar biasa dan begitu memuaskan.

Semoga pengalaman dari U2 nite kali ini dapat memberikan wawasan dan masukan-masukan baru bagi pihak penyelenggara, karena setiap kesulitan yang berhasil kita lalui akan membawa kita ketempat yang lebih tinggi, tapi juga lebih sulit. Bravo! (by thya)

Gallery 1 ~~ Gallery 2

Complete Setlist:

Orange Pop

  • In a little While
  • I’ll go crazy
  • Discotheque
  • Who’s gonna ride your wild horses
  • Staring at the sun

The Musca

  • Magnificent
  • I’ll go crazy
  • Elevation

Escape

  • Beautiful day
  • Always
  • No line on the horizon
  • MLK / With or without you
  • Vertigo

Astree and The Leaves

  • Hold me, Thrill me, Kiss me, Kill me
  • Miracle drug
  • Party girl (Magi on vocal)
  • Stay
  • Elevation

57kustik

  • One
  • I still haven’t found
  • Vertigo

Zoom Reunion

  • I will follow
  • Desire
  • A short of homecoming
  • Ultraviolet
  • ZooStation
  • Exit
  • Running to stand still
  • New Years Day
  • Ammy and Female string quartet
  • One tree hill
  • Heartland
  • Pride
  • Angel of harlem (feat. Jack Arthur Big Band)

U2 all star Indonesia

  • Even better than a real thing
  • Get on your boots
  • Magnificent
  • Stuck in a moment (with Yana Marvell)
  • Love is blindness (Kin)
  • Mercy
  • Where the streets have no name (Choir)
  • Sunday bloody Sunday (with Yana Marvell)
  • All I want is you (Pia Utopia)
  • Original of the species (Ammy and female string quartet)
  • Kite (Ammy)
  • Bad
  • 40

Comments   

 
+1 #3 djundi 2012-07-17 10:11
terimakasih from deep in my heart...buat semua yang terlibat....tha t's it titik.
Quote
 
 
+1 #2 POPo 2012-07-17 09:35
Yoi.... Bener, ini U2Nite paling TOP yg pernah ada....
Thx to Djundi.... You're the MAN....
Quote
 
 
+1 #1 Poptician 2012-07-17 02:19
ya mungkin ini U2Nite terbaik yg pernah ada! Setlist emang gila, segila kita ngebahasnya dari April or Mei 2012!
Sedih bgt gue gak bisa dtg, tp krn ada ni tulisan, gue ttp berasa nonton Zoom! Kekekekekeke....
Btw, makasih byk yah ceu Thya yg udh buat ni tulisan...makas ih byk Djun, yg akhirnya yakin bisa nyelenggarain U2Nite lagi! Gile..kl pd tau bimbang and pusingnya Djundi!kikikikikikii.....
And...Miss u all guyz!
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh