U2 Indonesia

Sunday, October 22, 2017

Bono

Lahir tanggal 10 mei 1960 di rumah sakit Rotunda, Dublin-Irlandia, dengan nama Paul Hewson. Paul adalah anak kedua dari pasangan Bobby dan Irish Hewson yang merupakan pasangan ‘unik’ ditahun tersebut. Disebut unik, karena Bobby Hewson adalah penganut agama Roma Katholik, sementara Irish Hewson adalah umat Protestan. “Perkawinan campur” kedua orangtuanya, yang dianggap tabu dalam masyarakat Irlandia tersebut membuat Paul dan kakaknya, Norman harus menjalani masa kecil yang cukup sulit, karena harus dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Ga heran kalo akhirnya kaka-ade ini jadi males ke gereja.

 

Pengalaman pahit pada masa kecilnya itu kelak membentuk Paul menjadi orang yang sangat menentang diskriminasi agama. Baginya sangatlah tidak adil mengucilkan seseorang hanya karena ia memiliki keyakinan yang berbeda dengan kaum mayoritas. “Waktu kecil saya merasa sangat menderita karena teman2 saya sangatlah tidak adil dalam memperlakukan saya dan kaka saya, selalu dikait2kan pada keluarga saya yang menganut 2 agama.

Saya sangat concern sekali terhadap masalah ini. Tidak ada seorang pun yang berhak menindas dan berlaku semena-mena thd orang lain hanya karna dia memiliki keyakinan yang berbeda. Pokonya, humanity is everything !” begitu ungkapan Paul pada salah satu wawancara dengan majalah Rolling Stone.

 

Paul mulai sekolah di SMA Mount Temple pada September 1971, dimana ia sangat tertarik pada pelajaran kesenian dan sejarah. Paul sempat mengikuti kelas drama pula !

Tahun 1974 Irish meninggal terserang pendarahan otak pada saat pemakaman kakeknya Paul. Kepergian sang ibu yang merupakan sahabat terdekatnya, membuat Paul menjadi remaja pemberontak. Beberapa lagu yang ditulisnya pada album pertama – Boy – seperti “I will follow”, “Tomorrow”, dan “Out of control” menggambarkan suasana hatinya pada masa-masa kehilangan tersebut.

Setelah kepergian ibunya, ia dan kakaknya, Norman mulai sering berantem, bahkan sampe ke fisik segala. Ia frustasi karena rumah bukan lagi tempat yang nyaman untuknya. Paul juga dihadapkan oleh keputusan berat, yaitu memilih agama yang akan diyakininya. Sifat ayahnya yang keras namun membingungkan membuatnya berontak. Akhirnya Paul memilih untuk menganut agama Protestan dan ikut organisasi keagamaannya.

Karena tertekan dengan kedua masalah itu, anak yang digambarkan oleh Bob Hewson sebagai “anak yang sangat menyebalkan” ini mulai mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatiannya. Dan sesuatu itu adalah musik. Di saat anak-anak lain pulang ke rumah, ia sibuk ke toko kaset mencari kaset-kaset yang baru. Ia banyak mendengarkan lagu milik Sex Pistols, David Bowie, T-Rex, Velvet Underground sampai Patti Smith. Paul juga mengikuti paduan suara di sekolahnya.

Untuk pelariannya, Paul membuat perkumpulan bernama Lypton Village bersama teman-teman sebayanya. Temannya, Peter Rowan, mengubah nama Paul menjadi Bono Vox yang dalam bahasa latin berarti “Suara yang bagus”. Nama barunya ini diambil dari nama toko alat bantu dengar di O’Connell Street, Dublin. Sejak itulah Paul mengganti namanya menjadi BONO.

Tahun 1976, Bono melihat iklan di mading sekolahnya, yang dipasang oleh Larry Mullen Jr., adik kelas 2 tahun dibawahnya, yang sedang mencari anggota band. Menjadi personil band adalah obsesi Bono. Ia memutuskan untuk datang ke rumah Larry di 60 Rosemount Avenue untuk audisi bersama peminat yang lain. “Hal pertama yang saya ingat tentang Larry yaitu pada saat kami pertama kali latihan di dapur rumahnya. Banyak cewek yang manjat dinding rumahnya dan mengintipnya dari jendela. Larry meminta mereka pergi, tapi mereka ngga mau. Akhirnya, dia ambil selang air dan segera menyemprot cewek-cewek itu dengan selang air-nya”, kata Bono terheran-heran. Larry yang tergolong keren itu memang sangat populer di kalangan cewek di lingkungannya.

Mulanya Bono bernyanyi, bermain gitar dan menulis lagu. Setelah The Edge semakin mahir bermain gitar, Bono dipindahkan posisinya ke vokal, meskipun ia sering bermain gitar akustik dan harmonika.

Walaupun Bono menyatakan bisa memainkan alat musik gitar, namun bukan karena hal itu ia dapat menjadi front-man di band-nya Larry tersebut, melainkan kemampuannya mengorganisir dan kemampuan komunikasi yang sangat baik-lah yang membuatnya dipilih oleh 3 orang temannya untuk menjadi front-man.

Bono menikah dengan pacarnya semasa di SMU, Alison Stewart, pada 21 Agustus 1982. Pasangan ini mempunyai empat orang anak - Jordan (1989), Memphis Eve (1991), Elijah Bob Patricius Guggi Q (1999) dan John Abraham (2001).

Ayah Bono meninggal dunia dalam usia 75 tahun karena penyakit kanker. Pada saat ayahnya meninggal Bono sedang melakukan tur Elevation dengan bandnya di Eropa. Begitu ia mendengar kabar itu ia langsung terbang ke rumahnya dan meninggalkan tur tersebut.

Pada musim semi 2005, Bono, Ali Hewson dan perancang fesyen New York Rogan Gregory meluncurkan sebuah merek yang sadar sosial, EDUN. Ini adalah upaya untuk mengalihkan fokus di Afrika dari bantuan kepada perdagangan. Dengan memanfaatkan pabrik-pabrik di Afrika, Amerika Selatan, dan India yang memberikan upah yang adil kepada para buruhnya dan mempraktikkan etika bisnis yang baik, EDUN diharapkan mampu menciptakan sebuah model bisnis yang akan menggalakan orang lain untuk menanamkan modal di negara-negara berkembang.

Pada Desember 2005, Bono dipilih oleh Majalah TIME sebagai salah satu Tokoh Tahun Ini, bersama-sama dengan Yayasan Bill and Melinda Gates.

Pada Februari 2006, Bono tercatat di antara 191 orang yang dicalonkan untuk mendapatkan Hadiah Nobel untuk Perdamaian.

Tags: