U2 Indonesia

Sunday, October 22, 2017

Larry

THE FOUNDING FATHER

 

Bagi mereka yang hanya tau U2 sekilas selewat musiknya saja, kemungkinan besar tidak mengira bahwa “pemilik” band besar ini justru adalah orang yang selalu tersembunyi dibelakang drum-set. Pengumuman yang dipasang Larry pada mading sekolah mereka merupakan cikal-bakal sebuah band besar yang belakangan sempat menjual album sebanyak 15 juta kopi diseluruh dunia, lewat Joshua Tree (1987).

Laurence Mullen lahir di Dublin tanggal 31 Oktober 1962, murid Mount Temple Comprehensive School, sebelum bersekolah di sini, ia belajar di Scoil Naomh Colmchille, sekolah yang pengajarannya memakai bahasa Gaelic (bahasa Irlandia). Larry sangat tertarik pada musik. Ia belajar piano di Dublin College of Music, Chatham Row. Namun, saat berumur 9 tahun, ia tertarik pada drum. Guru pianonya langsung memberitahu orang tua Larry ketika mengetahui ketertarikannya.

Larry Snr. dan istrinya, Maureen, sangat mendukung anak mereka. Bahkan mereka meminta Joe Bonnie, drummer session (drummer lepas) terbaik di negara itu, untuk mengajarkan anak mereka. Larry Snr. juga memberi hadiah sebuah 1 set drum sebagai hadiah ulang tahunnya. Ia sangat serius dalam berlatih. Ia mengambil teknik drum yang diajarkan Joe, dan mengikuti gaya permainan drum yang ia lihat di acara musik terkenal, “Top Of The Pops”. Ayahnya menganjurkan untuk bergabung dengan marching band di daerah tempat tinggalnya, Artane Boys Band. Tetapi, ia tidak mau datang ke latihan marching band itu lagi setelah diberi tahu kalau rambut blonde panjangnya harus dipotong. Ia pun memilih untuk bergabung dengan Post Office Worker’s Band selama 2 tahun. Ia juga mulai mencari uang sendiri lewat band Drifting Cowboys yang memainkan lagu-lagu western dan country.

Ia mulai bosan bermain dengan band orang lain saat ia berumur 14 tahun. Larry ingin membuat band sendiri. Kebetulan pada saat itu ia bertemu Adam Clayton, murid baru Mount Temple School yang kabarnya seorang bassist. Larry langsung meminta Adam yang berpenampilan eksentrik ini (meski begitu, Larry menganggapnya murid paling cool) untuk ikut band-nya dan Adam setuju. Akhirnya Larry nekad pasang iklan disekolahnya untuk nyari anggota band lainnya. Terbentuklah band-nya Larry dengan personel : Bono, Dave (Bono mengganti nama Dave menjadi The Edge), Dick (kakanya The Edge), Adam dan Larry sendiri tentunya. Latihan pertama diadakan dirumah Larry dan mereka sepakat untuk ngasi nama band itu Feedback yang terinspirasi dari suara amplifier milik Adam. “Hal pertama yang saya ingat tentang Larry yaitu pada saat kami pertama kali latihan di dapur rumahnya. Banyak cewek yang memanjat dinding rumahnya dan mengintipnya dari jendela. Larry meminta mereka pergi, tapi mereka nggak mau. Lalu, ia menyemprot cewek-cewek itu dengan selang air”, kata Bono terheran-heran. Larry yang tergolong keren itu memang sangat populer di kalangan cewek di lingkungannya.

Di tahun 1977, Larry kembali kehilangan anggota keluarganya. Ibunya, Maureen meninggal karena kecelakaan mobil. Larry sangat kehilangan dan hampir memutuskan untuk tidak meneruskan bandnya, untung ada Bono (yang kebetulan mengalami hal yang sama) di sampingnya yang selalu berusaha memberi semangat. Berkat dukungan guru mereka, Feedback diizinkan latihan seminggu 3 kali di gym milik sekolah. Pada masa itu, band-nya Larry masih bernama The Hype & mereka masih sebuah band cover version. Larry akhirnya bosan kemudian nyoba bikin lagu sendiri. Lagu pertama mereka adalah “Street Missions”. Larry cs kepengen melawan tradisi band-band di sekitar mereka yang hanya memainkan lagu-lagu orang lain.

Diawal pembentukannya, justru Larry-lah yang paling dominan dalam membuat lagu. Menurut pengakuan Larry, saat mendirikan band ia sama sekali ga niat bikin band Rock ‘n Roll. Yang ada dipikirannya cuma mengasah kemampuan musik, malahan Larry sempat akan membuat band-nya menjadi band yang mengusung lagu-lagu religi doang ! Walaupun Larry merupakan pendiri band besar ini, tapi dia sendiri nyaris gagal jadi anggota U2 ! Ceritanya waktu mereka tinggal nunggu waktu buat teken kontrak, mendadak bos label tersebut ngurungin niatnya dengan alasan si bos ga suka banget sama permainan drum Larry ! Walaaaah… Sang bos ngancem dengan keras bahwa kalo Larry ga diganti, dia ga mo tandatangan kontrak ! Pasalnya permainan drum Larry emang cuman ngandalin semangat plus insting doang. Tiga personil lainnya tetep ngotot untuk mempertahankan Larry, mereka sempet adu otot cukup tegang dengan sang bos & perdebatan akhirnya dimenangkan oleh U2.

Keputusan yang ga salah sama sekali. Terbukti banget kalo permainan Larry menjadi salah satu ciri yang paling menonjol dalam setiap lagu U2. Pukulannya terasa sangat menyatu dengan jiwa U2. “Hentakan bass drum Larry-lah sebenernyayang bikin U2 jadi band rock ‘n roll sejati !” gitu kata Bono.

Seperti kata pepatah, makin tinggi pohon, makin keceng angin bertiup. Hal itu dialami oleh Larry cs diawal karir mereka. Baru aja siap mentas, pers lokal langsung aja nyerbu dengan macem-macem tudingan. U2 dibilang kacang lupa kulitnya. Denger berita kaya gitu, Larry sangat murka sampe ngeluarin balesan dengan ngatain bahwa para wartawan tabloin cuman doyan jualan sampah ! (ooooopssss… Larry, Larry ! waktu itu dia di-demo sama para wartawan ga yah ?) “Kami ga akan melupakan akar kami. Kalo apa yang kalian katan itu bener, maka kalian harusnya skarang dah ngeliat kami makan-makan ditempat mewah sambil menyantap caviar. Tapi kenyataannya ga gitu kan ? Dari taun 1983 sampe sekarang kami tetep bagian dari kaum pekerja yang banting tulang cari uang. We are still working class men” tegas Larry dengan sangat sengit.

U2 kemudian dituding sebagai juru bicara kaum separatis Irlandia lantaran doyan nyinggung soal politik lewat lirik-lirik mereka. Saat itu, Larry lagi yang duluan maju kedepan pers. “Yeah, kami sering disalah-artikan. Kami emang tanggap terhadap masalah-masalah politik, tapi saya berani bilang bahwa kami bukan partisipan” Larry menjelaskan dengan berapi-api. Yang paling seru kemudian adalah ketika pers menuding Larry (mungkin juga anggota U2 lainnya) cuma berlindung dibalik nama besar Bono. Aku pribadi menilai tudingan ini sangat keterlaluan, mengingat Bono tidak mungkin bisa berkoar-koar didunia politik jika tidak memiliki nama besar dari U2 sebelumnya. “Kalo memiliki sahabat paling baik didunia dianggap sebagai hiding behind someone, saya rasa itu adalah salah saya. Tapi bukan itu yang terjadi karna kami semua kawan baik di band ini” begitu tanggapan Larry. Sampe saat ini, status Larry masih single, tapiiiiiiiiiii…. Sejak SMA dia udah “samen laven” sama Ann Acheson. Mereka udah punya sepasang anak, Aaron Elvis (04 okt 95) and Ava (23 des 98).

Larry sangat meng-idola-kan Elvis Presley, makanya nama anaknya juga nyontek dari nama idola-nya :-D Selain Elvis, Larry juga termasuk pencinta berat Moge ! Ketika Larry & grup-nya berkunjung kerumah Elvis Presley disela-sela tur Joshua Tree, Larry-lah yang paling terlihat sangat antusias. Dia sampe bela2in memohon sama penjaga rumah tersebut supaya di-ijinin untuk foto diatas Moge-nya Elvis !