U2 Indonesia

Sunday, November 19, 2017

my TOP-5 this month

9 Sept 2014 ~ at the moment (by admin)

  1. The Trouble
  2. Song for someone
  3. Raised by wolves
  4. Irish (hold me close)
  5. Every breaking waves

UK Chart Pos: [1] USA Chart Pos:[1]

Island Records, Producer: Flood, Howie B. & Steve Osborne

Walau tak begitu mendalam eksperimentalnya seperti dua album sebelumnya, Achtung Baby dan Zooropa, album POP ini tetap menjadi album yang masih menyimpan gelora musik techno yang penuh beat-beat liar. Album ini seolah menjadi jembatan dari U2 yang sudah muak dengan segala detail musik elektronika ke pola musik old-fashioned U2 yang lugas dan rock ‘n roll.

Lagu “Mofo” dan “Discotheque” masih menyimpan beat liar yang dibumbui warna trip-hop yang bulat. Tapi “Staring at the sun” dan “If you were your velvet dress” bener-bener ngingetin kita pada era Joshua Tree. Yang pasti, Trilogy album “rocktronika” U2 telah usai dengan dirilisnya album POP ini.

Komentar:

“Saya rasa kata POP banyak disalah-artikan. Kesannya selalu buruk dan ringan. Saya ga sadar bahwa hal itu cool, sampai satu titik dimana saya lihat bahwa hampir sebagian besar karya musik terbaik tuh punya kualitas yang ringan. Kualitas yang seperti oksigen, ada isinya walaupun tetep aja ringan. Kami harus membuat kemasan yang atraktif dan menarik, karena apa yang tersaji didalm belum tentu manis …” - Bono

Tags:

UK Chart Pos: [2] USA Chart Pos:[1]

Island Records, Producer: Flood, Brian Eno & The Edge

Awalnya album ini hanya bakal dirilis dalam format EP. Tapi ZooTV Live, tur di sepanjang Eropa – yang kelak menjadi sebuah tur paling kolosal – U2 mengubah niat merilis EP menjadi satu album. Lagi-lagi U2 latah dengan memamerkan serangkaian beat-beat elektronika di album ini. Simak melodi unik dalam “Daddy’s gonna pay for your crashed car”, serta gaya space-age German Disco di lagu “Lemon”.

Lagi-lagi dalam sebuah album U2 berhasil menelurkan melodi penuh lirik romantis bertajuk “Stay (faraway so close)” yang kemudian menjadi one of U2’s very best songs !

Komentar:

“Kalo kita ngeliat kebelakang, sejarahnya The Beatles, apa yang udah mereka buat dan pelajari lalu tau-tau mereka merilis Sgt. Peppers’ Lonely Heart Club Band, yang saya rasa bisa me-redefinisi keseluruhan musik mereka sekaligus membuat segala sesuatu yang baru buat musik dan bahasa mereka. Nah, begitu itu yang terjadi dengan album Zooropa kami ! Secara bahasa saya rasa, Bono berhasil mendapatkan bahasa baru dalam mengkomunikasikan perasaan dan pikirannya. Bahasa yang kayanya lebih pas buat dia. Sementara, secara musikal saya pikir kami berhasil mendefinisikan atau bahkan menemukan sound yang seharusnya udah kami mainkan sejak dulu. Album ini emang penuh misteri buat saya …” – Adam Clayton

Tags:

UK Chart Pos: [1] USA Chart Pos:[1]

Island Records, Producer: Brian Eno & Daniel Lanois

Di album ini U2 menggabungkan detail elektronik khas David Bowie serta neopsychedelic sounds dari Madchester club scenes di awal 90’an.

Hal ini tentu saja menjadi konsep yang paling mengagetkan seluruh fans U2 di penjuru dunia ! Dance beats yang kental hampir di setiap lagunya membuat album ini menempatkan posisi U2 sbagai band modern yang berhasil meraih penggemar baru. Single legendaris “One” lahir dari album ini.

U2 mempercayai bahwa perasaan terlalu homy dapat membunuh kreativitas dalam bermusik, terutama jika berkubang dalam dunia rock 'n roll. Atas pertimbangan tersebut maka dalam proses kretivitas album ini, mereka pun sepakat untuk keluar dari dari Dublin dan mencoba nuansa baru... Berlin.

Hansa Studio, yang terletak di sebelah barat Berlin, dibangun pada tahun 1964 (3 tahun setelah pembangunan Tembok Berlin dimulai). Gedung yang dibangun oleh kakak-beradik Peter dan Thomas Meisel ini pun dipilih U2 untuk melakukan sebagian dari sesi rekaman album ini.

Komentar:

“Yang saya tau, apa yang ada di album ini adalah gambaran dari keinginan saya saat ini. Mentah, straight-forward dan langsung ke esensi yang kami maksudkan. Ga terlalu terpoles rapi. Dan saya suka yang model begitu !”– The Edge.

“Saya pikir album ini adalah awal baru. Segala sesuatunya kan perlu giliran datang secara bertahap. Maksud saya, bakal ada album lagi setelah ini yang terkait betul sama nih album. Kaya Rattle and Hum yang berkaitan sama The Joshua Tree. Dan saya bisa pastikan hal itu karena saya udah langsung punya bayangan dikepala saya ….” - Bono.

Tags:

UK Chart Pos: [1] USA Chart Pos:[1]

Island Records, Producer: Brian Eno & Daniel Lanois

Masih ditangani oleh duet Brian Eno dan Daniel Lanois, U2 merilis album The Joshua Tree yang disepakati oleh banyak orang sebagai titik puncak kesuksesan U2, baik di Inggris maupun di Amerika Album yang menghasilkan hits macam Where the streets have no name, I still haven’t found what I’m looking for, dan With or Without you ini memuncaki tangga lagu di Amrik, Inggris dan seluruh penjuru dunia. Menurut majalah Rolling Stone, album ini berhasil menaikkan "kelas" U2, from heroes to superstars.

Dengan lebih variatif, subtil, dan sanggup menjaring pendengar musik mana pun juga, maka tak salah jika industri musik menganggap bahwa album ini pantas menjadi sejarah.

Beberapa kunci kesuksean album ini adalah: Kian absurd-nya Bono, makin malasnya The Edge memetik gitar, Adam Clayton yang kian mematenkan single note drive pada petikan bass-nya dan Larry Mullen Jr. yang telah menemukan gebukan khas-nya.

Judul album ini diambil dari sebuah pohon yang tumbuh di tanah berbatu Barat Daya Amerika. Kaum Mormon menyebut pohon melintir itu sebagai ‘praying plant’. Sementara Kitab Perjanjian Lama mengatakan itu adalah pohon yang menunjukkan jalan ke arah ‘Promised Land’.

 

Tags:

UK Chart Pos: [1] USA Chart Pos:[1]

Island Records, Producer: Jimmy Lovine

Album penuh emosi yang pernah mereka rilis. Album semi live yang juga sekaligus jadi soundtrack film dokumenter dari U2 in jadi teriakan lantang mereka bahwa musik Amerika juga mempengaruhi grup ini. Secara terang-terangan U2 memamerkan layer-layer blues dalam lagu seperti “Helter Skelter”, “When love comes to town”, serta “Angel of Harlem”.

Nama besar B.B King jadi tandem kuat bagi The Edge. Yang pasti sebuah lagu romantis “All I want is you” tersimpan rapi di album emosional yang paling America dalam karir U2.

Single dari album ini, Desire, dianugerahi Grammy awards dalam acara 1988 – 31st Annual GRAMMY Awards untuk kategori Best Rock Performance By A Duo Or Group With Vocal.

Komentar:

“Band mana yang sudah seperti kami, bakal mau belajar kord lagu ‘All Along the Watchtower’ 5 menit sebelum manggung. Langsung memainkannya diatas panggung lantas merekamnya ? Saya jamin, ga ada !” - Bono

Tags:

More Articles...

Page 2 of 4

Behind the song

"Songs of Innocence"

"Controversial as it was, the rollout of Songs of Innocence catapulted the band’s back catalogue into the charts again. By Sept. 18 Apple said that 38 million people had accessed Songs, downloading the album or streaming it.." - TIME magz, Sept issue 2014