U2 Indonesia

Sunday, November 19, 2017

my TOP-5 this month

9 Sept 2014 ~ at the moment (by admin)

  1. The Trouble
  2. Song for someone
  3. Raised by wolves
  4. Irish (hold me close)
  5. Every breaking waves

Boy (Okt 1980)

Chart Pos: [52] USA Chart Pos: [94]

Island Records, Producer: Steve Lilywhite

Paul Hewson (aka Bono) Dave Evans (aka The Edge), Adam Clayton dan Larry Mullen Jr. rasanya tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari sebuah Legenda industri musik dunia. Mereka berempat hanyalah sekumpulan anak-anak penggelisah yang ingin berteriak lewat musik. Lagu-lagu seperti “I will follow”, “An cat Dubh”, dan “The ocean” jadi yang paling stand-out di album ini. Dengan semangat post punk, enchoed-ringing-rhythm gitar The Edge yang unik, visi lirik dari Bono yang absurd tapi sangat dalam, lagu bernapaskan Anthem, mereka tanpa sadar menulis nama U2 dengan tinta yang menyala-nyala dalam sejarah musik. Charma dari debut ini adalah optimisme dan keinginan mengubah dunia yang naif lewat musik.

Warna baru yang diusung oleh U2 langsung aja menarik perhatian banyak orang. Maklumlah…. Musik yang disajikan di album itu emang beda banget sama musik yang lagi nge-tren saat itu: Heavey Metal !

Saking kagumnya pada musik U2, para kritikus musik sampe ngebandingin album Boy dengan My Generation-nya The Who, keren kaaaan !

Komentar

Album ini adalah cerminan dari perjalanan kami sebagai band. Yang kami ingin capai saat bikin album ini adalah kualitas yang serba besar. Sound-nya, konsepnya, semuanya. Kayak bikin film laya lebar ajalah ! Maklum…. It was our first…” – Bono

Tags:

Page 4 of 4

Behind the song

"Songs of Innocence"

"Controversial as it was, the rollout of Songs of Innocence catapulted the band’s back catalogue into the charts again. By Sept. 18 Apple said that 38 million people had accessed Songs, downloading the album or streaming it.." - TIME magz, Sept issue 2014