U2 Indonesia

Wednesday, December 13, 2017

my TOP-5 this month

9 Sept 2014 ~ at the moment (by admin)

  1. The Trouble
  2. Song for someone
  3. Raised by wolves
  4. Irish (hold me close)
  5. Every breaking waves

GRATIS DARI APPLE, BUKAN DARI U2

Rabu dini hari, 10 September 2014, saya sudah duduk manis didepan layar monitor demi menanti siaran live Apple Keynote – semata-mata untuk membuktikan sendiri rumor yang beredar beberapa hari sebelumnya mengenai keterlibatan U2 dalam event besarnya Apple tersebut.

Sungguh, saya tidak mengharapkan lebih dari sebuah single baru.

Setelah hampir 2 jam lamanya saya menyaksikan rangkaian fitur dari iPhone6/6+, Apple pay, Apple Watch, Tim Cook mulai menyinggung soal musik. Ketika kalimatnya sudah dimulai dengan “A decade ago….” ~ saya pun mulai gelisah. Ya, a decade ago adalah ketika Apple merilis iPod U2 special edition.

“A decade ago we begun at a very deep collaboration with one of the best band of all time, and that band is U2”

Saya menyaksikan Apple event ini sambil memantau timeline di Twitter, dan ketika Tim Cook memanggil U2 keatas panggung, timeline saya pun berkicau sangat ramai… Apalagi ketika musik yang dimainkan adalah musik baru. Hore! Single baru pun rilis.

Ya, begitulah pikiran kami semua saat itu. U2 membawakan single baru dan (kemungkinan) akan merilis albumnya di event ini.

 

Evoria dalam pikiran saya masih berlangsung dengan hebat walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 1.30 dini hari, dan saya punya jadwal 2 kelas yoga yang harus saya ikuti mulai jam 7 pagi nanti. Sudahlah…

Begitu lagu The Miracle (of Joey Ramone) selesai, beginilah percakapan yang terjadi diatas panggung:

Bono (B): There are the rumours that U2 has made an album in the last 5 years. That’s untrue. We have made several album, we just haven’t released them. We have making music all the time, that’s what we do. With this, we gonna wait until we had one that was as good as our very best work, as good as the best we have ever done..  We’ve finished our album called Songs Of Innocence (SOI), we’re very excited about it. The question is now, how do we get it to as many people as possible, because that’s what our band is all about.

Tim Cook (TC): Wait, are we the very first people to see this in the world? (Tim Cook menunjuk layar dibelakang mereka yang menampilkan cover album SOI)
B: Yes.
TC: Is it a white label copy?
B: That is the white label copy. And the question is.. I think you could help us, how to get this to as many people as possible.
TC: You know that we do have iTunes.
B: I do believe you have over a half billion subscribers to iTunes, so.. could you get this to them?
TC: Sure, we can do that
B: Could you, like do it in… like in 5 seconds by pressing a short of magic-apple-sent-button, you can do that?
TC: If we give it away for free…
B: But first you have to pay it. Coz we’re not going for free music around here. You would consider put this SOI to over 500 billion people, free, in say 5 secs from now?
TC: Yes. We press the button and it take a little longer to get away across the internet but it can start in 5 seconds.
B: Lemme get it straight. U2’s new album, SOI is going out for free to half a billion people in the next 5 seconds.
TC & B: 5, 4, 3, 2, 1
B: Woow.. is that really happened?

Apple Keynote9914Taukah kalian, bahwa saat itu saya tidak terlalu menyimak semua percakapan karna kepala sudah mulai hilang konsentrasinya, saya berpikiran bahwa single-nya gratis, seperti Invisible.

Kemudian kepala saya meralat kembali, oooh.. bukan single-nya, tapi album single-nya free…. Album single yang mungkin berisi 3 lagu paling banyak.

Saya langsung meng-klik icon iTunes dari monitor saya, dan mendapati bahwa iTunes sedang down. Panik. Tapi hanya beberapa menit. Ketika saya coba refresh, iTunes sudah up kembali. Dan saya langsung menuju kotak search, segera mengetik U2 disana.

Saya benar-benar tidak percaya ketika melihat ada 11 lagu baru milik U2 dalam library saya, wooow! Saya belum tidur sampai jam 2 subuh hanya demi sebuah single baru dan malah mendapatkan 1 album, gratis??? Horeeee… Terima kasih Apple team!

 

SONGS OF INNOCENCE

Kesan pertama saya ketika menyelesaikan 1 putaran album ini adalah: musiknya megah.

California, Volcano & Raised by Wolves adalah 3 lagu yang langsung menarik perhatian saya. Sedangkan Song for Someone, Irish dan The Troubles langsung saya cintai sejak pendengaran pertama.

Sampai dengan tulisan ini saya buat, album SOI ini masih terus menemani siang dan malam – saya yakin sebagian dari penggemar U2 pun demikian.

Kemudian sebuah pernyataan dari Bono lewat situs resmi U2 dot com, bahwa sebuah album dengan judul Songs Of Experience juga akan dirilis – mengklarifikasi bahwa 2 album ini memiliki sebuah konsep. Konsep yang keliatannya merangkum perjalanan U2 sejak masa kanak-kanak mereka sampai pada era kematangan.

u2TunesJika Bono mengatakan bahwa album SOI ini merupakan album yang bersifat sangat personal, ya, kesan itu sangat terasa sekali dalam tiap lagunya.

Kekaguman U2 terhadap band pujaan mereka, kenangan mereka terhadap kejadian sosial yang terjadi di masa kanak2, dan hal-hal berbau pribadi lainnya menjadi latarbelakang yang mewarnai lagu-lagu dalam album SOI ini. Apakah saya menyukai-nya atau tidak rasanya itu bukan pertanyaan yang tepat.

Saya memiliki tribute-blog ini bukan karena saya adalah pengamat music, melainkan hanyalah seorang penggemar, jadi kalau saya tidak menyukai album SOI ini justru terdengar aneh. Jika menginginkan review album, mungkin bisa googling saja ;)

Kalau saya perhatikan, penggemar U2 dari Indonesia kebanyakan berasal dari era 90an. Penggemar yang lahir dari era Achtung Baby. Saya bilang kebanyakan yah.. bukan berarti semua.

Berdasarakan pengamatan saya terhadap postingan di sosial media, cukup banyak komen yang membandingkan album SOI dengan Achtung Baby dan Joshua Tree.

Ijinkan saya mengeluarkan kritik untuk semua penggemar U2 dimanapun kalian berada.
U2 itu bukan achtung baby, bukan Joshua tree. U2 adalah U2, berisikan 4 laki-laki yang selalu ingin maju bersama dunia namun berusaha untuk tidak lepas dari akar bermusiknya. Ditariknya nama-nama seperti Danger Mouse, Ryan Tedder, dan Paul Epworth sudah menunjukan bagaimana U2 menginginkan adanya "rasa" yang baru dalam musik mereka.
Juga menunjukkan bagaimana U2 MENERIMA perubahan jaman dan berusaha menyatu dengan perubahan itu.

Jadi, kenapa kita sebagai penggemarnya malah membiarkan diri terperangkap dalam 1 era? Tidak salah memilih The Unforgettable Fire sebagai album favorit, atau The Joshua Tree sebagai album terbaik, atau juga mengkategorikan Achtung Baby sebagai "the masterpiece". Yang salah adalah jika kita membiarkan diri untuk tetap hidup dijaman kejayaan album-album itu.

U2 saja mau belajar sesuatu yang baru, kenapa kita penggemarnya tidak mau? Jika kita tetap ingin hidup di era Joshua tree sepertinya kita sudah tidak memiliki visi yang sama dengan band idola kita - dengan begitu mungkin harus sudah mempersiapkan diri untuk kecewa dimasa-masa yang akan datang, karena U2 tidak akan diam ditempat.

Saya secara pribadi justru bangga melihat U2 tidak keasikan berada dalam comfort zone mereka, tapi berani menjadi martir di industri musik, dengan segala konsekuensi menjadi bahan celaan beberapa waktu terakhir ini.
JIka kita mengikuti karir U2 sejak awal, kita harusnya sudah terbiasa dengan perubahan2 yang mereka ambil - U2 tidak membuat album stereotype dalam katalog mereka; mungkin ini yang membuat U2 bertahan selama 38 tahun, tetap aktif, tetap menjadi sorotan, dan tetap dicintai (oleh saya).

PRO-KONTRA

Sampai saat saya mempersiapkan tulisan ini, pro-kontra atas deal Apple-U2 ini sangat banyak berseliweran di sosial media. Sayangnya sebagian besar suara kontra yang saya baca belum ada yang terlihat kontra dengan netral. Dan setelah membaca beberapa suara kontra itu, saya pun berkesimpulan sebagian besar menganggap bahwa U2 "meng-gratis-kan" karya mereka. Itulah sebabnya mengapa saya harus menyertakan percakapan Bono & Tim Cook diawal tulisan ini. Saya menilai golongan kontra ini terdiri dari 2 aliran.

Aliran pertama adalah mereka yang mengatasnamakan solidaritas musik dan sejenisnya, yang menganggap bahwa U2 sangat konyol membagikan karyanya secara gratis. Orang-orang ini jelas bukan orang yang membudayakan "membaca sebelum berkomentar" Kurang dari 24 jam sejak album SOI dirilis, sudah ada artikel yang mengeluarkan angka yang dibayarkan Apple kepada pihak label yang menaungi U2. Selain itu, video acara Apple keynote pun sudah bisa ditonton di Youtube.

Aliran kedua adalah mereka yang komplain karena merasa dijajah oleh Apple atas pemaksaan kehadiran album ke-13 U2 dalam library musik mereka. Orang-orang yang begitu murka karena menerima album gratis, tapi tidak keberatan menghapus junk mail dari inbox alamat email mereka setiap hari.

Taukah kalian kenapa U2 kerjasama dengan Blackberry di tahun 2009?
U2 meminta pada Apple untuk mengijinkan mereka masuk kedalam sistem yang dapat mencapai usernya.
Saat itu Apple keberatan - dengan alasan pasar belum siap.
Disisi lain Blackberry menyanggupi permintaan itu, walaupun pada akhirnya teknologi mereka tidak mumpuni.
Bono sudah sangat lama mendengungkan bahwa U2 ingin musiknya sampai ketangan banyak orang... Bahwa digital konsep akan mereka gunakan dimasa yang akan datang.

Ketika kemudian Apple menyatakan waktunya sudah siap dan bersedia membayar seharga 100juta USD, jelas U2 tidak akan menolak.
Jika kemudian album yang dibeli Apple digratiskan, apakah salah U2? Kenapa U2 membiarkan albumnya digratiskan? Bagi U2 album mereka tidak gratis. Mengutip perkataan Bono kepada Brian Boyd, jurnalis dari The Irish Times: "we were paid. I don't believe in free music. Music is a sacrament"

Baik U2 dan pihak label sudah menerima pembayaran. Dan sekali lagi U2 ingin musiknya didengar oleh sebanyak mungkin orang yang sanggup mereka raih.
Sampai tanggal 18 sept 2014, album SOI sudah diakses oleh 38 juta pemilik akun iTunes. Bodohkan U2? Tidak percaya diri?

Rasanya konyol sekali jika menilai U2 tidak percaya diri ketika sebuah perusahaan sekelas Apple berniat membeli album mereka.

Jika disebutkan bahwa deal Apple dan U2 merusak bisnis musik, itu artinya industri musik belum siap menghadapi era digital. Saya masih tidak mengerti dengan istilah Apple & U2 merusak bisnis dalam industri musik. Dalam kasus SOI, baik label maupun artis-nya dibayar kok...
Lalu apakah benar kerjasama ini mematahkan semangat para artis/band baru?

Para pelaku musik justru harus berpikir bahwa inilah industri musik yang ada didepan mata. Jangan berjalan sambil melihat kebelakang, lihatlah arah dunia ini berjalan kemana, lihatlah teknologi yang berputar disekitar kita. Ketika kita dapat dengan mudah mendengarkan musik lewat situs gratis seperti YouTube, apa yang didapat oleh para pelaku musik itu?

Seperti yang disampaikan Bono kepada majalah TIME, setiap artis/seniman layak diberikan kompensasi atas karyanya. Seorang penulis lagu bukanlah orang yang melakukan tur keliling dunia, dia juga bahkan tidak bisa terima penjualan dari hasil penjualan merchandise tur. Berapa besar yang dihasilkan oleh para penulis lagu jika lagunya sudah didengar oleh ribuan orang melalui situs entertainmen gratis? Dengan adanya kerjasama seperti Apple dan U2, semua pihak yang terlibat dalam pembuatan album mendapatkan bayaran yang telah disepakati bersama.

Lalu salahkan Apple membagikan apa yang sudah mereka bayar, secara gratis pada usernya? Baik pihak label maupun artisnya menerima pembayaran, pendengar menerima musik secara free, jadi dibagian mana yang salah dan siapa yang dirugikan?

Model bisnis yang dilakukan oleh Apple ini sudah dilakukan oleh Google. Hampir semua yang tersedia di Google adalah gratis bukan?

Jadi, kesalahan Apple adalah karena melakukan spam terhadap pelanggan iTunes?

Setidaknya spam yang diberikan Apple adalah album dari band yang memiliki penghargaan grammy paling banyak dibandingkan semua band yang ada di muka bumi; Apple tidak membagikan spam berupa link pornografi, atau penawaran hal-hal seputar kepuasan birahi.

Behind the song

"Songs of Innocence"

"Controversial as it was, the rollout of Songs of Innocence catapulted the band’s back catalogue into the charts again. By Sept. 18 Apple said that 38 million people had accessed Songs, downloading the album or streaming it.." - TIME magz, Sept issue 2014