U2 Indonesia

Sunday, November 19, 2017

ditulis oleh Admin, namun sengaja dimasukan dalam section ini Wink

Aha !
Akhirnya kesampean juga bikin tulisan mengenai penggemar U2 nomor 1 di Indonesia !

Di postingan sebelumnya, aku sempat menyebutkan nama Djundi Prakasha, salah satu orang yg aku kagumi. Well, aku akhirnya berhasil juga ngontak beliau beberapa waktu lalu (thanks to Handy !). Selama aku menggemari U2, aku belum pernah mendengar kiprah penggemar U2 dari Indonesia seperti kiprah beliau.

Bagiku, menyukai belum tentu menjadi penggemar.

Tentunya semua orang berhak untuk tidak setuju or menentang anggapanku ini. Aku baru berani menyebut diriku penggemar U2 ketika aku mulai melakukan aktivitas untuk menggali lebih banyak informasi mengenai U2. Di akhir masa SMP, begitu mau masuk SMA aku akhirnya bisa menyisihkan uang bulanan dari orangtua untuk berlangganan majalah, semata-mata demi mendapatkan berita mengenai U2.

 

Jadi, ketika seorang penggemar U2 sampai menapak tilas di Dublin, mengejar konser yang bisa ia kejar, membuat sebuah bar dengan nuansa U2, membuat acara U2 nite…. adalah sesuatu yang lebih daripada luar biasa.

Cerita dari mas Djundi banyak sekali…
Aku cukup kebingungan untuk membuatnya menjadi postingan disini. Akhirnya aku kumpulkan saja sebisa mungkin & berusaha menyusunnya pelan-pelan. Cerita-ceritanya tidak mungkin dibuat dalam satu postingan karena akan puanjang sekali.

Aku ingin dapat menyampaikannya seperti cara mas Djundi menyampaikannya ke aku. Penuh emosi, dan sangat antusias! But, please, don’t expect too much… karena bercerita secara tulisan tidak sama dengan secara lisan. selain itu aku bukan penulis profesional Tongue out

PROFIL

Mas Djundi mulai menyukai U2 sejak awal tahun 80’an. Lirik dari Sunday Bloody Sunday (WAR) – lah yang menarik perhatiannya. Dari lirik turun ke cover, yang dianggap bagus. Dari cover kemudian nama grup-nya sendiri. *nama U2 memang unik kan ?*
Dengan bermodalkan 3 alasan itu, beliau akhirnya mengikuti perjalanan karir U2.

Konser Live Aid ditahun 1985 akhirnya menjadi tolak ukur kegilaan beliau terhadap Bono cs.

“…. apalagi pas Live Aid ’85 aku semakin tergila-gila sama Bono dan all the boys.. dari speech2nya, terus liriknya yg mostly tentang kemanusiaan, perang, dll…” [by: Djundi P]

Ketika aku melihat-lihat sebagian koleksinya yang dipajang di U2 bar, ternyata bukan hanya koleksi U2, tapi juga all about BONO ! Yang saat itu ada di badannya saja nih ya: Celana jeans EDUN, jam tangan keluaran (RED), dan handphone Motorola (RED) model Candy Bar, persis seperti yang dipegang Bono pada peluncuran produk ini.

Koleksi kacamata ala Bono yang ada dalam daftar koleksinya adalah:

=> Bvlgari era Elevation
=> (Red)Armani-nya Vertigo
=> Versace yang Bono pake di Ize
=> FLY glasses era Achtung Baby

Menurut aku sih, diantara 4 itu FLY glasses terbilang punya nilai tersendiri. Menurut mas Djundi, kacamata itu dipesan lewat Propaganda. Tau kan kalo majalah itu udah discontinue…

Sedangkan untuk koleksi (RED) yang sempat diceritain nih… (selain yang aku sebutin diatas) ada:

=> Sunglasses
=> T-shirt nya Armani
=> Converse
=> Gap

Itu semua baru sebagian aja… and the story will continue

Add comment


Security code
Refresh