U2 Indonesia

Sunday, November 19, 2017

Adalah sebuah tempat bernama FAME STATION, yang awalnya berlokasi di Wisma Lippo, jalan Gatot Subroto Bandung. Kalau aku tidak salah, rasanya dulu ada di lantai 11 (CMIIW). Disinilah acara U2 nite biasa diselenggarakan.

Nama FAME STATION sendiri ada unsur-unsurnya U2.

FAME, idenya dari hall of fame.. STATION-nya dari Zoo station, jadilah aja Fame Station. Kemudian seperti halnya Hard Rock yang menggunakan tagline “Love All Serve All”.. aku pun memilih “All I Want Is You” sebagai tagline. Kata "you" disini dimaksudkan tamu-tamu yang datang. Tapi sebenarnya ini hanya akal-akalanku saja, hehehe... [by: Djundi Prakasha]

U2 nite merupakan program tahunan yang diadakan oleh Fame Station. Pada setiap penyelenggaraannya U2 nite selalu menggunakan konsep yang berbeda. Konon, menurut mas Djundi karena berpegang pada prinsip tematik itulah yang membuat pihak penyelenggara selalu pusing dalam memilih tema pada setiap kali penyelenggaraannya. Tema yang sudah pernah diangkat untuk U2nite adalah U2-string, U2-remix, U2-accoustic dan U2girls (semuanya wanita).

Tahun 1997 aku nonton Popmart Wembley (one of the best U2 concert I guess, it’s U2 and in Wembley..) Setelah nonton U2 tahunn itulah aku bilang ke managementnya Fame Station, aku ingin bikin U2nite. Don’t expect too much I said, ini hanya ambisi pribadiku, tapi mudah-mudahan tidak sampai rugi.

Jadilah acara U2nite untuk pertama kali aku adakan. Hari yang dipilih adalah hari Senin, yg notabene merupakan hari mati untuk saat itu. Nama acaranya pun “Popnite” tribute to U2. Pengisi acara saat itu diisi adalah Gaia, Zoom (spesialis U2 tribute band dijaman itu) dan Andy /rif. Puji Tuhan, malam itu merupakan malam terbaik yang pernah dimiliki oleh Fame Station, hampir 1300 tamu!!! Sejak itulah, seolah-olah telah menjadi agenda tahunan Fame Station untuk terus mengadakan U2nite [by: Djundi P]

Tahun 2007 ini U2nite sedang cuti. Dan tahun depan U2 nite akan berusia 10 tahun, pastinya akan dibuat spesial! Ada saran mengenai temanya ?
Yang pasti, aku mengajak semua U2 fans untuk support acara ini. Anggap saja pesta untuk kita pencinta U2.

Di Fame Station inilah bisa kita temui MacPhisto Underworld, sebuah bar dengan nuansa U2 abis ! Pemilihan nama MacPhisto Underworld menurutku sangat menarik, tapi hanya komunitas tertentu yang akan langsung “ngeh” terhadap nama itu. Beda dengan nama U2 bar. Langsung bunyi..

Aku tanya sama mas Djundi, apakah sebelum nama MacPhisto beliau punya preference lain.. ternyata memang ada, yaitu BABYFACE. Ada yang tau alasannya kenapa beliau akhirnya memilih MacPhisto ? come on, give it a try

 

Asal muasalnya U2 bar…
its called “Macphisto Underworld”. Salah satu mimpiku lagi terwujud. Awalnya hanya ingin punya tempat kecil, untuk menyimpan semua atau beberapa koleksi U2ku, tapi juga bisa disharing dengan penggemar U2 lainnya. Bisa puter DVD, musik atau apa saja yang berhubungan dengan U2..
Tempat ini semacam "Tribute bar". Maunya sih, penggemar U2 di Indonesia punya tempat ngumpul, itu ide awalnya…. [by: Djundi P]

Seperti kata mas Djundi diatas itu, bahwa U2 bar cenderung seperti Tribute bar.
Kesan itulah yang memang aku rasakan ketika pertama kali memasuki ruangan berukuran (kurang lebih) 7 x 3 itu. Di sebelah kiri pintu masuk, terdapat (kalau tidak salah) sekitar 3-4 pasang meja berukuran kotak-tinggi. Sementara pada dinding disisi tersebut, kita bisa melihat sebagian koleksi dari mulai CD, DVD, majalah, kacamata Bono, dan koleksi lainnya, termasuk 2 foto besar bersama Bono & 1 foto bersama Larry.

Di U2 bar ini, ada satu sudut yang sangat aku suka !
Aku beri nama “U2 fans' corner only“. Karena beberapa logo yang ada disini hanya bisa dikenali oleh penggemar serius.

Sebagian dari pengalaman sang pemilik bar dengan U2 bisa kita lihat dalam sebuah pigura besar yang diletakkan didepan toilet & diberi judul “My U2 experience so far…”
psst, salah satu bartender-nya menyarankan sebuah pose untuk berfoto disitu. Tapi belum sempat aku coba, hehehe… Nanti deh kalau kesana lagi bakalan nyoba foto seperti yang sarannya.

Dan… tempat paling konyol menurutku adalah TOILET ! Begitu pintu aku buka, taraaaaaaa…..

Daftar menu-nya sudah bisa ditebak pasti menggunakan istilah yang tidak asing untuk penggemar U2, nih liat aja :

Diatas meja bar, tergantung sebuah TV. Kadang-kadang bisa request video tuh ! Jadi buat yang belum pernah liat PopMart live from Mexico, bisa nonton disana (sebelum DVD-nya keluar).

Pemilihan lagu yang diputer disana gimana bartender, kalo pas ada event baru pake playlist-ku. Mau denger whole nite rare & unreleased bisa, mau denger Bono duet bisa, mau denger bootleg juga silahkan…
[by: Djundi P]

Closss…
Pernyataan diatas itu disampaikan lewat SMS, saat itu hati saya bener-bener mencelos… rasanya seneng ya ada penggemar U2 seperti itu. Jadi kalau diawal mas Djundi mengatakan bahwa niatnya bikin U2 bar sekedar untuk tempat ngumpul para U2 fans, memang tidak salah. Suasana & sifat dari tempat itu dibuat senyaman mungkin untuk penggemar U2 kaya kita ini.
Walaupun negara kita belum pernah dikunjungi sama U2, tapi kalau ada tempat yang memanjakan seperti itu kok ya terhibur & hepiiii banget… Thank you mas Djundi !

Bagi mereka yang dari luar kota kebetulan ada di Bandung lalu tertarik ingin mampir untuk liat-liat kesana, ambil saja rute menuju Lembang. Didepan terminal (angkot) Ledeng, ada jalan Sersan Bajuri. Nah, tinggal ikutin jalan itu, kalau tidak salah sekitar 1 kilo keatas deh… nanti ketemu FAME STATION.

Untuk jalur angkot, dari tol pasteur tinggal turun di Giant (deket banget kok dari lampu merah tol pasteur. Lalu cari angkot jurusan Ledeng (yang kearah Ledeng tentunya), turun di terminalnya. Bagi yang datang dengan kereta atau bis, sama saja… tinggal cari angkutan ke arah terminal Ledeng. Sampai di terminal, menyebrang & masuk ke jalan Sersan Bajuri. Dari situ, kalau nekat mau jalan kaki silahkan, apalagi kalo masih muda-belia-sehat-wal-afiat…

Come to Paris van Java…

and elevate yourself in MacPhisto Underworld !

Comments   

 
0 #1 febri kurniawan 2013-09-27 10:31
:-) :-)
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh