U2 Indonesia

Sunday, October 22, 2017

Apa kata mereka...

It's never about competing with other bands. We compete with ourselves, with the idea of not becoming crap like everyone else does. Because the only way you can justify living like this - with your fancy houses and no money problems - is surely not to be crap.  (Bono)

U2~clopedia

Beberapa artis yang pernah membawakan U2 cover version diantaranya: Pet Shop Boys, Pearl Jam, The Chimes, Muse, Keane, dan musisi seperti Cassandra Wilson, Joe Cocker & Johnny Cash.

(ditulis oleh Kiki Fajriani, Padang, Indonesia)

Sebelumnya, sedikit tentang U2 dan sejarah mereka.

U2 adalah bandrock asal Irlandia yang beranggotakan Paul David Hewson atau yang lebih dikenal dengan nama Bono sebagai vokalis yang kadang merangkap sebagai pemain rhythm guitar, David Howell Evans atau yang dikenal dengan nama The Edge sebagai lead gitaris sekaligus backing vocalist, Adam Clayton sebagai bassist, dan Larry Mullen Jr. sebagai drummer. Band ini terbentuk setelah sang drummer menempel sebuah iklan yang kurang lebih berbunyi Drummer seeks musicians to form a banddi mading Mount Temple Comprehensive School, sebuah sekolah menengah atas di Dublin, Irlandia, tempat semua calon anggota U2 menimba ilmu pada saat itu. Iklan tersebut berhasil menarik minat enam siswa di antaranya David Evans bersama kakaknya, Dik Evans, seorang siswa pindahan bernama Adam Clayton, dua orang adik kelas Larry, Ivan Mc Cormick dan Peter Martin, serta Paul Hewson. Pertemuan pertama mereka dilaksanakan di dapur sempit rumah Larry di Rosemount Avenue, Artane, Dublin pada hari Sabtu, 25 September 1976. Peter Martin tidak lagi muncul setelah pertemuan pertama itu. Awalnya band ini dinamai Feedback, lalu dalam hitungan beberapa minggu berganti menjadi The Hype. Tidak lama setelah pergantian nama tersebut, Ivan Mc Cormick keluar dari grup. Nama The Hype berakhir setelah kakak The Edge, Dik Evans meninggalkan band ini pada tahun 1978. Setelah itu sampai seterusnya, band ini dikenal dengan nama U2.

Tahun ini, U2 genap berumur empat puluh tahun. Perjalanan mereka seperti dongeng. Tidak ada yang mengira bahwa mereka bisa sampai di titik ini, bahkan mereka sendiri. Lebih dari 170 juta copy album terjual, puluhan hits yang merajai berbagai tangga lagu, ratusan penghargaan termasuk 22 Grammy Awards yang memposisikan mereka sebagai band peraih Grammy terbanyak sepanjang masa, tur konser pencetak rekor, jutaan penggemar setia, kekayaan melimpah, dan empat pemuda dari kota Dublin yang sejak empat puluh tahun lalu bersama-sama merajut mimpi dan kini sudah bertransformasi menjadi musisi legendaris dunia.

Tentunya banyak hal yang spesial dalam tubuh U2 yang membuatnya bisa menjadi U2 yang orang-orang kenal sekarang. Hal-hal spesial itu jugalah yang menjadikan U2 begitu berarti di mata penggemarnya dan dunia musik secara keseluruhan. U2 tidak hanya sebuah band, tapi lebih dari itu. Seiring dengan kesuksesannya, U2 membawa banyak hal yang bisa orang pelajari selain persoalan musik. Dan memang tulisan ini tidak akan membahas perjalanan musik mereka, tetapi lebih kepada tentang perjuangan, persahabatan, totalitas, loyalitas dan hal-hal lain yang selama ini mungkin luput dari perhatian banyak orang yang menonton klip video “With or WithoutYou” atau “Beautiful Day” di Youtube sampai puluhan kali. Tulisan saya akan menjelaskan hal-hal yang membuat U2 begitu Belajar spesial, hal-hal yang harusnya bisa dipelajari semua orang dibalik eksistensi sebuah band besar, tidak peduli apakah Anda seorang penggemar, pembenci, atau bahkan sama sekali tidak tahu dengan band ini. These are things we can learn about 40 years of U2.

1. Jangan takut untuk memulai

Di saat kebanyakan anak berusia empat belas tahun sedang sibuk bersekolah, bermain, membuat kenakalan di sekolah, atau bahkan masih bermanja-manja dengan orang tua, Larry Mullen Jr. memutuskan untuk membentuk sebuah band. Menjadi seorang drummer dan personil band adalah keinginannya sejak belia, sehingga sang ayah, Larry Mullen Sr. menyarankannya untuk membuat iklan yang berisi ajakan untuk membentuk sebuah band. Ia mengikuti saran ayahnya, sampai akhirnya ia bisa mengumpulkan lima orang lain yang sama-sama ingin bermain musik sebagai personil band. Lima orang tersebut berusia tiga belas sampai enam belas tahun, dan dengan pengetahuan musik yang sangat minim. Bono tidak bisa bermain gitar, sehingga ia diberi posisi sebagai vokalis, tapi sayang suaranya pun dirasa tidak terlalu bagus saat itu. Adam Clayton yang terlihat paling keren ternyata juga tidak menunjukkan permainan bass yang mumpuni. Larry sendiripun sebenarnya juga tidak bisa dibilang sudah handal dalam bermain drum pada saat itu. Untungnya ada The Edge dan kakaknya yang sepertinya “agak” menjanjikan. Mereka sangat muda dan innocence. Yang penting sudah menjadi personil band, soal skill, nanti belajar dan berjuang sama-sama. Namun, bayangkan apa yang terjadi jika Larry terlalu takut untuk menempel iklan tersebut pada waktu itu, dan apa yang terjadi jika personil lain yang juga masih sangat amatir terlalu tidak percaya diri untuk bergabung dengan band Larry. Jawaban semua orang akan sama; tidak akan ada band legendaris bernama U2 saat ini.

2. Jangan mau menjadi kecil

“If we stay in small clubs, we’ll develop small minds, and then we’ll start making small musics.”  - Bono

Mereka memulai segalanya saat mereka masih benar-benar “kecil”. Satu-satunya hal besar yang mereka miliki saat itu adalah ambisi. Ambisi untuk terus menjadi lebih baik, dan akhirnya menjadi yang terbaik. Bagaimana bisa band yang dibentuk oleh sekelompok remaja  yang sangat amatiran, pada era dimana menjadi terkenal bukanlah segampang perkara yang biasa dilakukan vlogger Youtube dan selebriti Instagram, bisa dikenal di seluruh penjuru negaranya hanya dalam waktu empat tahun? Mungkin kutipan dari Bono di atas sudah cukup menjelaskan jawabannya.

3. Menjadi berbeda itu bukanlah masalah

U2 tidak ragu mengusung identitas sebagai band Christian rock, bahkan sampai sekarang. Ketika musisi rock pada umumnya identik dengan sex, drugs, women dan hal duniawi lainnya, U2 tidak malu untuk tetap memperlihatkan sisi relijius atau berkali-kali mengagungkan nama Tuhan dalam lirik lagu, sehingga mereka sering diolok “the most serious” atau “the most boring rock band in the world”. Lalu ada perilisan album Zooropa dan Pop. Dua album eksperimen yang “sangat tidak U2”. Apa? “Sangat tidak U2”? Berarti Anda belum cukup mengenal U2. Memang apa masalah dari dua album tersebut? Sangat berbeda dari The Joshua Tree?

4. Some decisions are not welcomed

Some decisions are not welcomed, or aren't popular, but I'm not in a popularity contest, I am in a band.” – Larry Mullen Jr.

Selain Zooropa dan Pop, masih banyak keputusan lain yang terkesan kontroversial dari U2. Yang terbaru adalah perilisan album ke-13 mereka, Songs of Innocence pada tahun 2014 lalu. U2 menjual album tersebut secara eksklusif kepada Apple music yang kemudian dibagikan oleh Apple secara gratis keseluruh pengguna iTunes. Alhasil, mereka yang tidak suka U2 atau tidak menyukai aliran musik yang diusung U2 banyak yang protes, sekalipun album mereka dianggap sebagai album terbaik pada tahun itu oleh majalah Rolling Stone. Kutipan di atas adalah kalimat yang diucapkan oleh sang drummer ketika ditanya bagaimana pendapatnya mengenai hal tersebut. Tidak perlu disukai semua orang untuk menjadi diri sendiri.

5. Jangan pernah puas, jangan pernah berhenti belajar

Walaupun U2 sudah ditasbihkan sebagai salah satu musisi terbaik yang pernah ada, hal itu tidak membuat para personilnya merasa puas dan berhenti belajar. Adam Clayton rela meninggalkan Dublin untuk memantapkan skillbass-nya selama berbulan-bulan di New York pada tahun 1995. Bono belajar bermain piano dengan guru les piano anaknya sendiri. Mereka selalu ingin menjadi sosok yang lebih baik dari diri mereka sendiri di masa lampau. Mereka terus berinovasi, walau kadang hal tersebut melelahkan dan berisiko menuai cacian. Hampir tidak ada album mereka yang “terdengar” sama, padahal mereka bisa saja merilis The Joshua Tree jilid 2, jilid 3, dan seterusnya. Setiap tur konser mereka selalu bisa menyajikan kejutan-kejutan baru yang belum pernah ada di tur-tur mereka sebelumnya, padahal mereka bisa saja membuat Zoo TV Tour jilid 2, jilid 3, dan seterusnya. Di usia mereka semua yang sudah berada di dekade lima, mereka belum terlihat berencana untuk pensiun. Album ke-14 mereka rencananya akan dirilis akhir tahun ini atau awal tahun depan. Sebuah pencapaian luar biasa mengingat kebanyakan musisi di usia mereka akan lebih memilih untuk hanya menggelar tur konser dan kembali memainkan lagu-lagu hits legendaris yang mereka miliki. Mereka tidak senang dianggap veteran. Mereka tidak puas dengan hanya menjadi hebat. Ketika ditanya dengan siapakah U2 bersaing di era musik modern dekade 2010an, Adam Clayton menjawab bahwa dari dulu, sekarang dan selamanya, saingan U2 akan tetap sama, yakni mereka yang terbaik; The Beatles, Jimmy Hendrix, atau The Who.

6. Popularitas dan uang bukan diciptakan untuk mempecundangimu

Berapa banyak publik figur legendaris yang karir dan kehidupannya hancur karena ketenaran dan kekayaannya sendiri? Tidak terhitung. Berapa banyak band hebat yang bubar akibat kegaduhan internal yang asal mulanya adalah popularitas dan uang yang mereka ciptakan sendiri? Tidak terhitung. Uang dan popularitas seperti pisau bermata dua. Dan untungnya U2 tahu persis dengan hal ini. Ketika orang-orang yang berada di posisi mereka mungkin akan lebih memilih untuk berganti-ganti pasangan atau menikahi supermodel kelas dunia, tiga dari empat personil band ini lebih memilih untuk tetap hidup bersama dengan kekasih mereka sejak SMA (istri pertama The Edge, Aislinn adalah kekasih masa sekolahnya di Mount Temple). Ketika orang-orang yang berada di posisi mereka mungkin akan lebih memilih menggunakan uang mereka untuk berpesta dimana-mana, memakai obat-obatan terlarang, living a life like a rockstars, mereka lebih memilih untuk “membuang” uang mereka untuk orang-orang yang membutuhkan, atau menjadi kader perdamaian dunia. Dan jika berbicara masalah uang, U2 adalah satu dari sedikit band yang membagi keuntungan mereka dengan porsi sama rata kepada masing-masing personil, tanpa melihat kapasitas kontribusi mereka dalam sebuah proyek. Masalah royalti adalah masalah yang paling sering membuat hubungan antarpersonil sebuah band retak, namun U2 malah menjadikan hal ini menjadi salah satu alasan mengapa mereka bisa selanggeng ini. Bagi mereka yang bukan penggemar pasti menganggap hal-hal tersebut berlebihan dan munafik, terutama untuk seseorang yang bergelar rockstar. Maka inilah yang menjadi salah satu hal dari U2 yang paling dikagumi oleh penggemarnya, namun sangat dicaci oleh pembencinya. And they don’t give a sh*t.

7. Keep your circle small

Bagi beberapa orang, poin yang satu ini mungkin agak kontroversial, mengingat Bono yang kelihatannya memiliki banyak kenalan dari berbagai kalangan terkenal, mulai dari politikus dunia sampai aktor dan aktris Hollywood. Namun, arti kata “circle” disini lebih sempit. Makna lingkaran yang saya tekankan di sini adalah lingkungan atau orang-orang yang menjadi tempatmu “pulang”. Poin ini sebenarnya saya ambil dari isi wawancara sebuah media Irlandia kepada istri Bono, Ali Hewson. Ia mengatakan, bahwa “circle” U2 sejak masa-masa di Mount Temple sampai sekarang tetaplah sama. U2 sudah menjadi sebuah keluarga besar yang bukan hanya tentang empat orang, bahkan sejak mereka terbentuk. Bono dan Larry sampai detik ini masih bersama membina hidup dengan kekasih mereka sejak SMA, Ali dan Ann, yang juga merupakan sahabat karib sejak di Mount Temple. Dua sahabat non-U2 Bono yang cukup legendaris di kalangan penggemar, Gavin Friday dan Guggi, masih menjadi sahabat Bono dan anggota band yang lain sampai sekarang. Anak-anak dari Bono, The Edge dan Larry adalah kawan dekat. Bono adalah God Father dari salah satu anak The Edge. Saat Bono menikahi Ali, Adam Clayton dipilih Bono sebagai best man-nya. Saat The Edge menikahi Aislinn, Bono dipilih The Edge sebagai best man-nya. Mereka berempat masih berdomisili di Dublin dan sama-sama menyewa mansion di Perancis Selatan yang selalu mereka kunjungi saat musim panas. Kadang menjadi sedikit aneh rasanya ketika melihat mereka masih saja bersama-sama bahkan saat pergi liburan, menonton konser musisi lain atau pertandingan sepak bola, atau sekedar minum dan nongkrong di bar. Lingkaran mereka begitu kecil dan tertutup, tapi berkualitas. Sebesar apapun mereka, mereka tidak pernah lupa daratan, tidak pernah lupa untuk pulang. Loyalitas sangat kental dalam lingkaran sosial mereka. Jadi, mengapa U2 bisa bertahan sampai empat puluh tahun dengan empat personil yang sama? Karena U2 adalah kumpulan orang-orang loyal.

8. Friendship once it’s won, it’s won, it’s one

Ini adalah poin terakhir sekaligus paling krusial dari berbagai hal yang bisa kita teladani dari U2. Jika Anda sudah mulai letih membaca artikel panjang ini, maka saya sarankan istirahat sejenak dahulu, karena ini akan menjadi poin yang penjelasannya paling panjang.

“They are very, very loyal to each other, and they are really, really kind to each other. It’s no good to have somebody not well in the unit of not happy. The others don’t say “Hard luck, mate. We’re carrying on.” The others say “Ok, we’ve gotta get that person happy again, we’ve got to draw them back into the circle.”.” – Brian Eno

Kutipan tersebut berasal dari seorang produser yang lebih dari dua dekade sudah malang melintang bersama U2, dan menjadi salah satu bagian besar dari kesuksesan U2.

Dari sekian kutipan yang menjelaskan hubungan antar personil U2, saya rasa kutipan ini adalah yang paling pas. Empat puluh tahun perjalanan mereka tentu saja tidak hanya diiisi oleh cerita-cerita manis yang menjadi headline di berbagai majalah musik. Banyak rintangan berat yang harus mereka hadapi, baik sebagai individu, maupun sebagai sebuah kesatuan di dalam band. Dan, inilah yang menjadi keistimewaan Bono, The Edge, Adam dan Larry, yang sering kali membuat saya terkagum-kagum dan terharu di waktu bersamaan. Mereka selalu menghadapi semuanya bersama-sama, bahkan sejak mereka belum menjadi siapa-siapa. Ketika di tahun 1978, saat mereka baru saja ingin mengepakkan sayap, sebuah tragedi menimpa keluarga Mullen. Ibu Larry, Maureen, meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil, tepat sehari sebelum ulang tahun Larry yang ke-17. Kematian mendadak orang yang sangat dicintai tentu saja membuat Larry benar-benar terpukul. Ia pun menjadi semakin pendiam dan mulai menjauh dari teman-temannya, termasuk U2. Rekannya di U2 pun mencium kejanggalan ini. Bono tidak tinggal diam. Ia berusaha menarik Larry kembali dan berusaha meyakinkan Larry bahwa ia bisa membantunya dengan alasan dia juga pernah mengalami hal yang sama. Ibunya juga meninggal pada saat usianya masih empat belas tahun. Dengan dukungan Bono, Larry pun mulai berangsur-angsur membaik dan kembali bersama U2. Lalu ada The Edge yang diceraikan istri pertamanya pada awal 90an. Semua anggota band tidak sedikitpun meninggalkan The Edge pada saat-saat terberat ini. Bahkan Adam Clayton mempersilahkan The Edge menginap sampai kapanpun di rumahnya saat ia mulai pisah atap dengan mantan istri. Beberapa lagu U2 dari album Achtung Baby dan Zooropa ditulis Bono berdasarkan kisah The Edge saat itu. Lalu ada Adam Clayton, personil U2 yang “paling rockstar” yang mengalami masa-masa sulit di akhir dekade 90an. Ia sempat kecanduan alkohol yang membuatnya tidak bisa tampil di sebuah konser dari Pop Mart Tour karena sudah sangat mabuk sebelum konser dimulai. Hal ini membuat U2 terpaksa memakai bassist pengganti untuk mengisi posisi Adam pada malam itu. Mungkin harusnya anggota band lain sudah memecat Adam karena membuat kejadian memalukan, bukan hanya saat itu, tapi sebelumnya Adam juga pernah tercatat sempat berurusan dengan polisi karena menyimpan sejumlah kecil marijuana, untungnya ia hanya terkena denda, tidak dijebloskan ke penjara. Tapi pada kenyataannya, jangankan marah, mereka justru kasihan. Bahkan mereka bersama-sama mengajak Adam untuk kembali ke jalan yang benar, sehingga pada akhirnya Adam bisa benar-benar bebas dari kebiasaan merokok dan minumnya, sampai sekarang. Mereka berempat meletakkan persahabatan mereka di atas segalanya, bahkan U2 itu sendiri. Jika disuruh memilih antara persahabatan mereka atau band yang sudah mereka bangun berpuluh tahun, keempatnya pasti menjawab pilihan pertama.

Di awal karir, saat mereka mengajukan demo mereka ke salah satu label, pimpinan label tersebut pada saat itu mengatakan kepada mereka bahwa dirinya mau saja bekerjasama, asal dengan satu syarat; drummer mereka harus diganti, karena pimpinan label tersebut sangat tidak menyukai gaya permainan drum Larry. Logikanya, saat dimana mereka begitu banyak mendapat surat penolakan dari label, bersusah payah keluar dari Irlandia, bahkan dengan meminjam uang kepada beberapa teman dan keluarga, mereka harusnya gampang saja tergoda dengan tawaran tersebut, tapi bukan U2 namanya jika mau meninggalkan satu sama lain. Akhirnya mereka yang berbalik menolak label tersebut, demi mempertahankan sang drummer. Lalu ada kisah menarik lain pada saat pembuatan album Achtung Baby, dimana U2 benar-benar sedang berada di dalam masa krisis. Mereka sering beradu argumen, bahkan bertengkar hebat saat memperdebatkan jalan mana yang harus mereka pilih untuk tetap bertahan di dunia musik pada saat itu, setelah banyak kekecewaan mengikuti album mereka sebelumnya, Rattle and Hum. “Semua orang ingin membunuh satu sama lain,” canda Bono ketika disuruh menggambarkan suasana yang terjadi saat itu. Mereka sedang berada di ujung tanduk, tidak hanya sebagai U2, namun juga sebagai empat orang sekawan. Larry menceritakan bahwa U2 hampir saja bubar, karena pada saat itu hanya ada dua pilihan; menyelamatkan U2, atau menyelamatkan pertemanan mereka. Dan sayangnya, pertemanan mereka jauh lebih penting, sehingga U2 bisa dibilang hampir bubar pada saat itu.

Untungnya mimpi buruk itu tidak terjadi dan mereka bisa bangkit serta menurunkan ego masing-masing sampai akhirnya terlahirlah sebuah masterpiece bernama Achtung Baby. Lagu berjudul “One” di album tersebut  terinspirasi dari kemelut yang mereka hadapi saat pembuatan album, dimana pada akhirnya mereka menyadari bahwa mereka semua adalah saudara. “One life, with each other, sisters, brothers”, bunyi salah satu bait di lagu tersebut. Kisah-kisah di atas sebenarnya hanya secuil dari apa yang sudah mereka lalui selama empat dekade. Namun, walaupun terkesan dramatis, kisah mereka ini memang benar-benar terjadi. Anda bisa membaca buku-buku biografi mereka atau membaca ringkasan berbagai wawancara mereka dan menyaksikan sendiri bahwa mereka memang menyayangi satu sama lain, bahwa U2 adalah band of brothers. Dan sekarang, setelah empat puluh tahun, they are still going strong, dan masih tetap memiliki prinsip yang sama; persahabatan mereka lebih penting dari apapun.

Tidak akan ada habisnya memang jika sudah membicarakan keistimewaan U2. Sebagai fans, saya hanya bisa berterima kasih kepada mereka karena telah memberikan banyak hal di kehidupan saya. Tulisan ini hanya gambaran kecil tentang apa saja yang selama ini saya (dan banyak orang) bisa “ambil” dari U2, selain lagu-lagu mereka yang sudah menjadi soundtrack of life bagi para penggemarnya.

Selamat ulang tahun, U2! Tetaplah berkarya dan menginspirasi banyak orang!

#U240

Add comment


Security code
Refresh