U2 Indonesia

Friday, September 21, 2018

Apa kata mereka...

It's never about competing with other bands. We compete with ourselves, with the idea of not becoming crap like everyone else does. Because the only way you can justify living like this - with your fancy houses and no money problems - is surely not to be crap.  (Bono)

U2~clopedia

Beberapa artis yang pernah membawakan U2 cover version diantaranya: Pet Shop Boys, Pearl Jam, The Chimes, Muse, Keane, dan musisi seperti Cassandra Wilson, Joe Cocker & Johnny Cash.

Setelah disibukkan dengan skripsi dan berbagai buntutnya (urusan administrasi, ijazah, wisuda), beberapa hari terakhir ini aku bisa menjalani hidup dengan cukup tenang.

Well, tenang sedikit deg-degan karena menunggu job tentunya, tapi waktu tenang ini bisa aku pake untuk meng-update pengetahuan (selain mencoba lowongan di sana-sini). Aku memiliki minat yang tinggi akan dunia hiburan. I’m really into music, film dan kawan-kawannya, tapi mohon jangan samakan minat aku ini dengan infotainment atau pergosipan, karena masih banyak hal lain di bidang ini yang lebih penting dibahas daripada gosip pribadi. Okay, kembali ke topik (bukan laptop, loh), aku merasa sangat beruntung bisa punya waktu untuk mengupdate pengetahuan-ku. Apalagi ada fasilitasnya. Termasuk untuk minat aku yang cukup spesifik, U2. Kayaknya Tuhan sudah cukup merestui hubungan, eh minat aku dengan U2.

Setahun terakhir ini aku bisa dapet beberapa referensi soal U2. Terakhir, yang sekarang aku baca, buku U2 yang ditulis oleh Bill Flanagan, U2 at the end of the world. Sebenarnya buku ini bukan buku baru. Malah udah berumur lebih dari 10 tahun. Banyak yang bilang kalo buku ini merupakan salah satu buku ”wajib” bagi para fans U2. Apalagi waktu itu buku ’U2 by U2’ (autobiografi U2 yang keluar september 2006) belum ada. Sebagian besar buku U2 yang beredar proses pembuatannya nggak berkaitan langsung dengan U2. Jadi, bisa dibilang aku udah dari dulu mimpi punya buku itu. Sempet pesimis untuk ngedapetinnya, mengingat buku itu keluaran tahun 1993. Untungnya, berkat Amazon (dan Aksara melalui teman baikku, DT), mimpi itu akhirnya kesampean juga.

At first, aku mikir mungkin apa yang akan aku baca di buku ini udah aku baca sebelumnya, karena buku ini banyak direkomendasikan fans U2, maka kemungkinan besar buku-buku U2 yang beredar dan udah pernah aku baca juga mengambil referensi dari buku ini. Ternyata prediksi aku salah. Banyak detail-detail baru yang aku temui di sini. Terutama mengenai proses pembuatan album ’Achtung Baby’ (1991). Lewat buku ini aku baru bisa ngebayangin betapa susahnya U2 meracik formula baru untuk album ini, karena mereka punya komitmen untuk nggak lagi terikat dengan era ’The Joshua Tree’. Betapa ribetnya di saat Bono dan The Edge, sibuk menerangkan kepada personil lain mengenai musik industrial yang pengen mereka masukkan ke dalam album ini, sementara Larry nggak pernah bersentuhan dengan jenis musik itu. Mereka sudah memboyong semua peralatan ke studio rekaman di Jerman, dan satu lagu pun belum ada yang jadi. You can really feel the frustration. Begitu pula mengenai kehidupan personil U2 plus manajemen dan kru di ZOO TV tour.You’ll get most of the details here. Mulai dari pandangan Bono tentang rock n’ roll life-style, hubungan antara personil U2, sampai usaha Bono sebagai ‘matchmaker’ antara Adam dengan supermodel, Naomi Campbell.

Membaca buku ini langsung mengingatkan aku dengan buku U2 yang lain, U2 Faraway, So Close yang ditulis BP Fallon. Buku ini berisi perjalanan ZOO TV tour juga, namun dengan sisi visual yang sangat dominan.

U2 Faraway So Close juga banyak membahas hal yang sama, kejadian yang sama dengan U2 at the end of the world, namun dari sudut pandang yang berbeda. Kedua buku ini bisa saling melengkapi, dan aku cukup beruntung bisa menikmati keduanya. "U2 faraway so close" itu buku U2 pertama-ku, dan aku dapatkan dengan harga Rp 42.000 saja. Yup, kebetulan aku beli buku itu sekitar tahun 1997. Sebelum krisis moneter dengan US$ hanya sekitar Rp 2.500. Nggak kebayang deh kalo beli sekarang harganya berapa. This book is really special (apalagi waktu ‘U2 by U2’ belum keluar). Why makes it so special? Karena buku ini full color with hundreds of photographic designer U2, Steve Averill. Setelah kenyang dengan buku ini, dan kemudian membaca ‘U2 at the end of the world’ (10 tahun kemudian) bener-bener membuat aku mengalami ‘trip’ yang sangat hmmm… exciting. Seperti menemukan kepingan-kepingan puzzle yang hilang, dilengkapi dengan the whole picture For those of you who loves U2 as much as I do, or more, or a little less. Grab these books and enjoy!

Comments are now closed for this entry