U2 Indonesia

Sunday, November 19, 2017

Ini sepenggal catatanku dari “my 11th on 11th…” dan 12,13-kalinya berada ditengah U2 concert sejak tahun 1993 (Djundi Prakasha)

Password, you – enter – here… Paris, France…

You can’t write a U2 show,it just happens when the right ingredients are present… (The edge)

Catatanku ini dimulai dari rencana untuk nonton concert U2 tahun ini, dengan dirilisnya album No Line On The Horizon yang menurutku merupakan album masterpiece mereka. Kehebohan sudah terjadi sejak awal Maret; berharap-harap cemas akan daftar negara mana saja yang akan mereka kunjungi, presale ticket dates, tema tour mereka dll. Akhirnya pada 9 Maret situs resmi U2.com mengeluarkan tourdates dan sistem pembelian ticket dimana ticket presales dibagi dalam 3 kategori berdasarkan lamanya umur keanggotaan sebagai member U2.com.
Tanggal pembelian tiket untuk tiap negara dibuat berbeda. Tidak hanya itu, tapi penjatahan tiketnya pun tidak sama. Misalnya, untuk Eropa maksimal hanya 4 tiket untuk 1 negara, sedangkan bagi mereka yang nonton di States bisa 4 ticket untuk 4 kota.

Aku memutuskan mengunjungi Paris & Nice tahun ini.

Ketika tiba hari pemesanan tiket online bagianku, terjadi kepanikan yang lain lagi, karena situs yang harus aku kunjungi hanya memuat bahasa Perancis. Terimakasih pada kemajuan teknologi yang memungkinkan temanku di Negara tersebut membantuku
Secara online. Tapi kekhawatiran masih belum selesai, karena ternyata ticket tidak dapat diambil di venue, melainkan harus dikirim via pos. Pengalamanku dan beberapa teman mengenai pengiriman barang dari luar memang menjadi alasan dari kekhawatiran ini.
Namun jalan menuju Paris sepertinya dilancarkan dengan kedatangan tiket diminggu yang sama dengan waktu pemesanannya.
Dengan tiket konser dan tiket pesawat serta resevasi hotel yang sudah beres, seharusnya aku tinggal santai saja menunggu hari keberangkatan, tapi dengan merebaknya virus H1N1 sekali lagi membawa kekhawatiran adanya pembatalan konser seperti yang terjadi pada Maret 2006 di Australia.

My 11th U2 concert on July 11th…

Tepat di tanggal 11 Juli 2009, merupakan konser U2 ke-11 yang aku tonton, namun berbeda dengan 10 konser sebelumnya, baru di U2360 inilah aku nonton bersama istriku, dan ini merupakan pengalaman terburukku untuk sistem antrian sepanjang konser U2 yang aku ikuti. Bukan hanya aku saja yang berpendapat demikian, namun hampir semua penggemar U2 yang aku kenal mengeluhkan masalah yang sama…

Pada konser-konser sebelumnya biasa terjadi pengaturan antrian yang ditangani secara independen oleh para penggemar. Hal tersebut akan menguntungkan mereka yang sudah mengantri dari pagi. Sedangkan yang aku alami kali ini sedikit membuat kesal karena bagi yang sudah berpengalaman dan meluangkan waktu untuk antri sejak jam 8 pagi menjadi sangat “useless”.
Sebenarnya mengantri dari pagi atau semalam sebelumnya itu merupakan hal yang biasa, namun menjadi masalah di Stade de France karena gate tidak dibuka secara bersamaan!
Bagiku, GA (general admission) or nothing!!
Gate untuk anggota u2.com berada di “gate H” sementara hari itu “gate H” dibuka 20 menit setelah gate lainnya terbuka! Hal inilah yang membuat orang saling dorong tidak beraturan, belum lagi sistem body checking yang membuat suasana semakin semrawut dan semakin menghambat kita sampai ke dalam.
It was WORST experience ever!!
Alhasil, aku dan istriku berada dalam lokasi outside the pit, padahal tadinya aku mengincar lokasi inside the pit. Meski begitu, temanku sudah menyarankan agar pada malam pertama aku sebaiknya berada outside the pit, agar dapat leluasi mengambil foto, sedangkan malam kedua barulah mengambil lokasi inside the pit.
Dan memang nyatanya dari outside the pit pemandangan yang aku peroleh masih ok, berhubung konsep panggungnya 360-degree sehingga memudahkan untuk melihat sekitar panggung dengan leluasa.

This tour, like Larry’s 360, karena hanya Larry & drum-nya saja yang dapat berotasi 360 derajat. Terdapat 2 jembatan untuk Bono dkk berlalu-lalang ke 2nd stage; untuk mendekat dengan para audience, sementara penonton di belakang Larry’s kit tidak akan khawatir untuk tidak dapat melihat Bono dan personil lainnya. Dari tata lampu maupun setting panggung, The Claw Monster yang dibawa U2 kali ini sangat luar biasa! This one much better than Popmart…!!

Setelah beberapa kali nonton U2 concert – 3x untuk Zooropa 93, 2x untuk Popmart 97, 1x Elevation 2001, 2x Vertigo 2005, dan 2x Vertigo 2006 – aku baru menyadari bahwa “always 2nd nite better than 1st nite“. Hal ini juga semakin diperkuat jika kita memperhatikan materi lagu pada koleksi bootleg yang ada.
Untuk hari pertama di Paris ini bisa aku katakan sangat standard, kurang menggigit baik dari setlist, maupun emosi dari para personil U2. It’s still good for U2, but still too standard as far as I can feel.

Selama 2 hari tur di Paris, ada beberapa perbedaan.
Di hari pertama ada rekaman percakapan mereka dengan para astronot di Space station yang dilakukan sebelum konser berlangsung. Dari susunan lagu, jika hari pertama terselip lagu In a little while, maka di hari kedua terdapat perubahan setlist dengan memasukkan Stuck in the moment dan Mysterious ways.
Band pembuka, Kaiserchief, juga membuat beberapa perubahan antara hari 1 dan 2. Mereka cukup entertaining menggunakan jatah waktunya yang hanya sekitar 45 menit.

Perubahan lainnya yang sangat mencolok antara Paris 1 dan 2 adalah pada lagu penutup, Moment of Surrender. Penampilan Bono yang mengeluarkan rosario-nya lengkap dengan emosi yang sempat meletup ini pun menjadi pembahasan dalam komunitas U2 worldwide. Dan sejauh pantauanku, mata Bono sempat berkaca-kaca ketika membawakan lagu penutup ini. What a show….what an ending…

Bagi mereka yang merindukan kehadiran nuansa album POP, seharusnya cukup terpuaskan dengan kehadiran I’ll go crazy if I don’t go crazy tonight yang menampilkan versi remix oleh DJ Redanka. Screen yang menampilkan wajah 4 personil yang diselaraskan dengan dentuman irama musik dinilai oleh beberapa penggemar merupakan salah satu efek yang sangat menghibur. Namun hiburan terbesar dari lagu ini adalah ketika Larry Mullen, berkeliaran dengan jembe-nya, terutama bagi para Mullen-girl (sebutan untuk penggemar fanatik Larry Mullen jr.) Pada Sunday Bloody Sunday di Paris 1, layar monitor besar itu sempat menghadirkan tulisan tentang Iran dalam bahasa arab.

Pidato singkat dari Desmon Tutu mengawali Where’s the street has no name. Pada saatWalk On dilantunkan, beberapa anggota Amnesty Internasional pun diboyong keatas panggung dengan menggunakan topeng kertas bergambarkan wajah Aung San Suu Kyi. Tentunya U2 tidak lupa untuk melakukan tribute bagi King of Pop, Michael Jackson pada lagu Angel of Harlem dengan memasukkan snippet I just can’t enoughBillie Jean.

Hal lain yang menarik perhatian pada U2360 ini adalah jaket LED yang didesign oleh Moritz Waldemeyer untuk Bono pada lagu UltraViolet. Pada lagu ini, Bono pun dilengkapi dengan Hanging Mic yang membuatnya dapat bergelayutan diatas panggung.

Secara keseluruhan, lagu-lagu dari album NLOTH yang aku anggap bagus versi live-nya adalah Unknown Caller dan Moment of Surrender.
I’ll go crazy if I don’t go crazy tonight juga bagus dengan versi remix-nya.

Untuk Show di Nice hampir sama dengan Paris 1, namun sedikit lebih baik dari paris 1. Snow patrol sebagai band pembuka pun cukup komunikatif.

Dari 3 concert U2360 yang aku datangi kali ini menurutku Paris 2-lah yang terbaik. So far, dari hasil perbincangan aku dengan beberapa teman, sampai tulisan ini aku buat, Barcelona 2 masih dianggap sebagai yang terbaik.

Tapi jika dibanding dengan Vertigo, secara keseluruhan concert, aku lebih memilih Vertigo daripada U2360. Pada U2360, setlist dan snippet-snippet yang dipilih masih terasa sedikit “kurang nendang”, emosi para personil pun masih kurang, feeling-nya belum dapat. Mungkin karena ini masih 1st leg dan masih terlalu awal. Aku yakin semakin lama akan makin baik, semakin terbiasa dengan panggung, setlist dan snippet yang lebih nendang (seperti yang terjadi pada Amsterdam 2)
And there’s no doubt,U2 are still the greatest rock band live performance on earth!!!

But one more thing, U2 fans are the best fans in the world….!
Dengan kemajuan teknologi serta perkembangan situs pertemanan seperti facebook, membuatku bertemu banyak teman saat aku nonton U2360 ini. Malah ada teman yang sempat bertemu di Melbourne 2006, ketemu lagi bareng di Paris 1, Paris 2 dan Nice. Kita bahkan antri di gate yg sama (cewe ini merupakan orang yang sama yang mendapat kesempatan naik keatas panggung di Melbourne 2006 dan Barcelona 2009, what a lucky girl).

Salah satu alasan mengapa aku memilih Paris, adalah karena ingin bisa mengunjungi Eze sur Mer, lokasi rumahnya Bono yang berjarak 30 menit dari airport. Saat aku berkunjung dan mengambil foto dirumahnya Bono ternyata sang vokalis sedang ngobrol dengan temannya (beberapa sumber mengatakan Penelope Cruz yang sedang ada disana, tapi tidak terlihat olehku). Bukan hanya berhasil mengambil foto Bono dari sela-sela pagar balkonnya, tapi juga berhasil mengambil fotonya Memphis Eve dan John (good stalker am I?)

 

Catatanku ini dibuat setelah concert mereka semalam di Amsterdam dan menjelang their homecoming concert…!

Comments are now closed for this entry