U2 Indonesia

Saturday, January 20, 2018

Oleh Donny Verdian

Setelah dua minggu absen menulis tentang U2, sekarang aku kembali dengan menulis salah satu lagu U2 yang paling kugemari, Sunday Bloody Sunday.

Lagu tersebut adalah lagu pertama dari album ketiga U2, War. Bono selalu berkata “It’s not a rebel song” tentang lagu ini, tapi siapa yang tak terpercik api semangat mendengarkan genderang perang yang ditabuh Larry Mullen Jr serta teriakan berulang-ulang “Sunday bloody sunday“-nya Bono?

Lagu ini pada awalnya dikembangkan dari *riff* (serta *arpegio*) yang dimainkan The Edgejustru pada saat ia sedang mengalami depresi dalam bermusik serta mengalami masa pertengkaran dengan pacarnya. Eh… di lain belahan dunia, Bono dan Ali Hewson, istrinya, sedang berbulan madu ke Jamaica. Sekembalinya Bono dari plesiran, ia pun merombak ulang lirik serta menambahi *melody chorus* lagu tersebut dan jadilah Sunday Bloody Sunday.

Secara musikalitas, bagiku, Sunday Bloody Sunday amatlah menarik. *Riff* dan *arpegio* The Edge sangat identik ditambah lagi dengan permainan drum Larry Mullen Jr yang bernada genderang dan konon kabarnya sound drumnya direkam di staircase studio di Dublin hanya karena Steve Lilywhite, sang produser, menginginkan suara *echo* (gaung) yang natural. Belum lagi keterlibatan suara biola yang dimainkan oleh Steve Wickham, pemain biola elektrik mantan personil The Waterboys yang pada suatu pagi di tempat pemberhentian bus melakukan pendekatan dengan The Edge untuk menawarkan jasanya mengisi section biola pada album U2 selanjutnya.

Bicara soal tema utama lagu ini, agaknya aku setuju dengan pendapat Bono bahwa cinta adalah tema sentral lagu ini. Kenapa aku berpikir demikian, karena dari sumber yang kubaca setidaknya ada dua hal yang kemungkinan bisa jadi background lagu ini, yang pertama adalah kejadian yang terjadi pada tahun 1920 ketika tentara Inggris ‘menyalak’ di tengah kerumunan pertandingan sepakbola di Dublin dan yang kedua adalah yang terjadi pada 30 Januari 1972 dimana tentara Inggris membunuh 13 warga negara Irlandia pada acara protes hak asasi manusia di Derry Irlandia Utara.

Lalu apa kaitannya antara cinta dengan setidaknya dua kejadian di atas ? Entahlah, tapi bukankah jika ada cinta dan kasih diantara sesama maka tidak akan ada dua kejadian dan ribuan kejadian lainnya yang menyesakkan dan menunjukkan bahwa cinta sungguh sedang tidak menengahi mereka ?

Terlepas dari apapun background kejadian yang menjadi trigger dari munculnya lagu ini tapi pada kenyataannya Sunday Bloody Sunday ada dalam peringkat 268 daftar lagu terbaik sepanjang masa versi majalah musik Rolling Stones. Maka tak heran juga kalau lagu ini termasuk dalam lagu yang paling banyak dibawakan oleh Bono dan kawan-kawan sepanjang turnya sejak lagu itu diciptakan.

Hal lain yang juga tak kalah menariknya, seperti sudah menjadi kebiasaan bagi U2 untuk menyusun reportoar yang apik dalam setiap lagu yang dibawakan secara live, Sunday Bloody Sunday adalah lagu yang juga sering dijadikan ajang bagi Bono menyampaikan pesan-pesan sosial dan perdamaian terkait pula dengan hot issue yang sedang berlangsung di muka bumi.

Misalnya saja pada Popmart Tour 1997 – 1998, U2 membawakan Sunday Bloody Sunday dengan menyajikan konteks tentang perang di Sarajevo. Lalu ketika konser Elevation Tour di Slane Castle Irlandia, Bono mengaitkan lagu tersebut dengan peristiwa Omagh Bombing – peristiwa pengeboman paramiliter dengan memanfaatkan bom mobil yang terjadi di Omagh, Country Tyrone, Northern Ireland pada 15 Agustus 1998.

Menurutku, pada konser tersebut seperti yang kulihat dalam DVD-nya, Bono sangat berhasil memainkan emosi penonton melalui reportoar pada lagu ini. Seperti misalnya ketika di tengah lagu, tiba-tiba Bono mengajak penonton untuk meneriakkan “No more” berulang-ulang dan diakhiri dengan penyebutan nama-nama dua puluh sembilan korban yang tewas dalam nada marah yang meluap-luap.

Maka tak heran pula jika pada masa-masa yang akan datang, Bono dan kawan-kawan akan tetap membawakan lagu ini untuk dikaitkan dalam konteks yang lebih terupdate meski besar harapanku dan kita semua tentunya untuk tidak mendengarkan dan mendendangkan lagu ini jika memang itu hanya selalu direlasikan dengan perang, perang dan perang yang senantiasa terjadi seperti yang diungkapkan Bono pada reffrein lagu ini *”How long, how long must we sing this song?”* Itulah serpihan informasi yang bisa kusajikan tentang Sunday Bloody Sunday, salah satu lagu terbaik U2 yang menjadi lagu pembuka untuk salah satu album terbaik mereka, War.

* Sunday Bloody Sunday *

I can’t believe the news today,

I can’t close my eyes and make it go away.

How long, how long must we sing this song?

How long? Tonight we can be as one.

 

Broken bottles under children’s feet,

Bodies strewn across a dead end street,

But I won’t heed the battle call,

It puts my back up, puts my back up against the wall.

 

Sunday, bloody Sunday.

Sunday, bloody Sunday.

 

And the battle’s just begun,

There’s many lost, but tell me who has won?

The trenches dug within our hearts,

And mothers, children, brothers, sisters torn apart.

 

Sunday, bloody Sunday.

Sunday, bloody Sunday.

 

How long, how long must we sing this song?

How long, Tonight we can be as one.

Tonight, tonight.

 

Sunday, bloody Sunday.

Sunday, bloody Sunday.

 

Wipe the tears from your eyes,

Wipe your tears away,

Wipe your blood shot eyes.

 

Sunday, bloody Sunday.

Sunday, bloody Sunday.

 

And it’s true we are immune.

When fact is fiction and T.V. is reality,

And today the millions cry,

We eat and drink while tomorrow they die.

 

The real battle just begun.

To claim the victory Jesus won,

On a Sunday bloody Sunday,

 

Sunday bloody Sunday.

 

Sumber: SongFact , Wikipedia , Macphisto (lirik)

Tags:

Comments are now closed for this entry