Paul McGuinness menyampaikan optimisme-nya terhadap proses recovery yang dijalani Bono. Sang principal management pun membantah adanya berita yang mengatakan cedera Bono disebabkan oleh kondisi panggung yang menuntut aktivitas pangggung berlebihan dari sang vokalis.
Konser akan dimulai kembali di Turin pada tanggal 6 Agustus, sedangkan US leg masih dalam tahap penyusunan kembali, mengingat rangkaian konser dinegara paman Sam merupakan outdoor concept. Tidak mudah bagi manajemen U2 untuk meng-indoor-kannya mengingat sebagian besar gedung pertunjukan sudah fully booking.
sumber: herald.ie
]]>
Konser pembuka rangkaian 360 tur terpaksa diundur sehubungan dengan kondisi kesehatan Bono yang mengharuskannya menjalani operasi punggung pada hari Jumat, waktu setempat di Munich.
Konser yang semula dijadwalkan pada tanggal 3 Juni di Salt Lake City ditunda sampai dengan waktu yang belum dapat dipastikan, hal tersebut jelas akan mengakibatkan perubahan jadwal seluruh rangkaian tour 2010 ini.
Dalam pernyataan lisannya, Paul McGuiness telah menyampaikan permohonan maaf atas penundaan rangkaian tur dan berjanji untuk segera mengatur kembali tanggal-tanggal tersebut.
“Oh, mr. McGuiness.. the fans have been waiting for the tour, yes.. but the most important thing to us is definitely about Bono and other member condition. We need them to be stayed in health coz we love them more than anything. As long as we can wait, so does the tour…”
Tentunya kita masih ingat ketika beberapa pertunjukan di musim semi 2006 pada rangkaian Vertigo tur pun dibatalkan karena keadaan darurat kesehatan putri The Edge, Sian.
Dikutip dari U2-A Diary, sebuah buku yang ditulis oleh Matt MacGee, beberapa catatan mengenai masalah kesehatan punggung Bono:
14 Februari 2003
The Edge menghadiri premier Dublin dari film terbaru Salma Hayek, Frida. Bono dilaporkan tidak dapat hadir karena sakit punggung.
18 Februari 2003
Merupakan acara selanjutnya yang tidak dapat dihadiri Bono, pemutaran perdana The Good Pencuri –nya Neil Jordan.
9 Maret 2003
Permasalahan punggung Bono dikabarkan semakin memburuk sampai ia harus berbaring di studio sambil mengerjakan album baru U2.
10 Maret 2003
Penampilan Bono untuk acara pengukuhan The Clash dalam Rock and Rock Hall of Fame terpaksa digantikan oleh The Edge dan Tom Morello (dari Audioslave) dikarenakan penderitaan punggungnya yang terus berlanjut.
19 Mei 2005
The New York Daily News melaporkan bahwa Bono diketahui telah menemui dokter spesialis punggung didaerah setempat. Disebutkan bahwa Bono mengunjungi dr. Vijay VAD, seorang dokter yang ahli dalam pengobatan non-bedah tulang belakang, di Rumah Sakit Khusus Bedah.
13 Jun 2005
Studio TV Brainpool, Cologne. U2 muncul di akhir salah satu acara malam sebuh TV Jerman. Pembawa acara, Stefan Raab mewawancarai band disela-sela penampilan mereka yang melantunkan ‘City Of binding lights’ dan ‘Vertigo’. Sehari sebelumnya, diketahui bahwa tim dokter Jerman mengunjungi Bono dikamar hotelnya untuk memberikan sejumlah suntikan demi mengurangi rasa sakit yang diderita sang vokalis dipunggungnya.
Doa kesembuhan untuk Bono dikirimkan dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Indonesia…
Cepat sembuh, papa Bono..
]]>Lingkari kalender kalian untuk tanggal 12 Juni 2010

HARGA TIKET MASUK: Rp. 75.000,-
PRE-SALE (s/d Jumat, 11 Juni 2010): Rp. 50.000,-
See you at Fame Station!
]]>
by: Donny Verdian
Sebenarnya tak terlalu mengejutkan ketika majalah musik kesohor, RollingStone, memberi gelar begitu banyak kepada grup rock asal Irlandia, U2 pada edisi khusus dekade 00 (2000 – 2010) yang beberapa waktu lagi akan kita tinggalkan ini.
Bersama Bruce Springteen, MIA, Beyonce, Kaye West, Radiohead, Arcade Fire serta Jack White, U2 dipatenkan menjadi artis/grup band terbaik dekade ini. Tiga studio album U2 yang dirilis sepanjang dekade ini juga mendapat penghargaan sebagai album terbaik dekade ini, masing-masing adalah All That You Can’t Leave Behind (ATYCLB – urutan 13), No Line on the Horizon (NLOTH – 36) dan How to Dismantle an Atomic Bomb (HtDaAB di urutan 68). Sementara itu, single kugiran Beautiful Day (dari album ATYCLB) berada di urutan ke-9 sebagai lagu terbaik dekade, Moment of Surrender (NLOTH) di urutan 36 dan Vertigo(HtDaAB) di urutan ke-64.
Pertanyaannya sekarang adalah, di antara begitu banyak grup serta artis baru yang bermunculan dan bertumbangannya banyak grup lama karena kehilangan penggemar, kenapa U2 begitu melejit dan berkilau memasuki usia karir yang ke-30 ini?
Tak bisa tidak, arus musik dunia yang cenderung menguat ke arah rock n roll di awal milennium sangat menguntungkan U2 yang juga baru ‘kembali’ dari era musik eksperimen pada Zooropa dan Pop, dua album yang dirilis sepanjang dekade 90-an.
ATYCLB lantas menjadi ‘album pembuka’ yang begitu baik untuk U2 membuka dekade 00 dengan menempatkan Elevation, Beautiful Day serta Walk On sebagai single unggulan. Tak ada looping serta sampling yang mendominasi nyaris semua lagu di album tersebut selain besutan gitar berdistorsi tebal yang dimainkan The Edgebertarung dengan low rhytm yang dikawal Larry (drum) dan Adam (bass) mengiringiBono yang seperti tak bisa diredam keliarannnya dalam berolah vokal meski dengan usia sekalipun.
HtDaAB adalah mesiu kedua yang meyakinkan banyak penggemar bahwa U2 memang telah benar-benar kembali ke arus rock yang sama dengan ketika mereka meluncurkanSunday Bloody Sunday, I Will Follow dan Out of Control nyaris tiga dekade silam.
Tak lebih dari dua tahun setelah Vertigo World Tour yang digelar untuk rilis album HTDaAB berakhir, U2 kembali membesut NLOTH sebagai album keduabelas yang dijadikan sebagai penutup dekade serta banyak dibilang sebagai album terbaik sepanjang karir mereka. Irama rock yang kental lewat Breath, Magnificant sertaStand Up, slow ballad mengulang ONE pada Moment of Surrender, serta sedikit sentuhan ‘techno’ pada I’ll Go Crazy … adalah bekal lebih dari cukup untuk Bono dkk membombardir dunia.
Dalam hal ini, U2 patut berterimakasih pada Radiohead, Bruce Springteen, Bob Dylan, Van Halen hingga Led Zeppelin yang lewat album-album mereka di dekade ini (beberapa adalah album reuni) menjaga tensi rock serta menjauhkan dunia dari kembalinya trend rap-metal serta boyband yang entah sisi apa yang mereka jual sebenarnya, suara, musikalitas atau … penampilan fisik semata…
Tanggap dan mau beradaptasi hingga ‘merasuk ke jaman’ adalah satu kekuatan lain U2 diluar musikalitas yang jarang dimiliki grup lain.
Mereka menyadari betul bahwa musik di era ini bukan melulu berarti kita pergi ke toko musik, mengambil CD dan kaset yang kita suka lalu membayar ke kasir sebelum membawanya pulang. Ini adalah era dimana musik dapat dikaitkan begitu saja di dunia baru yang bernama internet, di-download lalu diputar di alat pemutar musik digital yang besarnya rata-rata bahkan tak lebih dari bungkus rokok yang biasa dipasarkan.
Maka jadilah iPod U2 Exclusive yang dijual terbatas lengkap dengan tanda tangan keempat personel di belakang bodi.
Lima tahun sesudahnya, selepas NLOTH mengguncang pasar, U2 kembali berhasil ‘membaca’ pasar dan melihat betapa pengaruh Blackberry begitu mendunia. Alhasil,Research in Motion (RIM) sebagai produsen tunggal Blackberry sepakat menjadi sponsor utama gelaran tur konser 360 yang begitu sukses dan menawarkan ide orisinal.
Ups, ada yang nyaris terlupa, dalam hal pengoptimalan fungsi website, U2.com adalah salah satu contoh situs yang rajin terupdate, terintegrasi dengan merchandise store serta memiliki sistem keanggotaan yang terintegrasi dengan berbagai macam tawaran ‘real’ seperti kemudahan mendapatkan tiket konser, diskon pada beberapa jenis produk yang dijual serta download materi-materi yang khusus diperuntukkan anggota situs.
Analoginya begini, ketika sedang berada di Jogja dan ingin makan ayam goreng dan uang di dompet memungkinkan, aku akan lebih memilih makan di Ayam Goreng Suharti yang jelas-jelas piawai dan kesohor dalam hal mengolah ayam menjadi masakan yang lezat (damn! i miss my Indonesia!) ketimbang fried chicken-fried chicken yang bertebaran di pinggiran jalan bermodalkan dada, paha ayam, tepung terigu dan minyak goreng yang diramu oleh para ahli masak amatiran kelas mahasiswa.
Sama halnya dengan musik, ketika pasar kembali mendewakan rock sementara banyak grup yang masih belum berorientasi ke sana, U2 adalah jawaban.
Lebih mudah dan melegakan untuk membongkar kembali koleksi album lama U2 macam Boy, October, Unforgetable Fire atau Joshua Tree daripada membeli CD baru dari grup musik baru yang belum tentu beraliran rock melainkan masih ‘kemungkinan ini group rock’ tersebut.
Dan U2 adalah penebar semangat kasih yang revolusioner.
Adalah benar bahwa All I Want is You itu lagu cinta ‘menye-menye’ khusus dari Bono ke Ali, istrinya, tapi selain itu, setidaknya hingga puluhan hits yang mendunia, U2 selalu bercerita tentang indahnya kasih dan cinta terhadap sesama, antar umat manusia.
Tak semua manusia pada setiap saat mau bicara tentang cinta dengan lawan jenisnya meski pada setiap saat sepanjang hidupnya, mau tak mau, manusia akan berbicara banyak tentang interaksi antar manusia, dan U2 melagukannya dengan sangat baik, kugiran!
Keakuratan informasi tersebut cukup diyakini oleh Sam, dan saya secara pribadi justru berpikir bahwa informasi-informasi bocoran seperti ini merupakan bagian dari marketing move yang dijalankan oleh pihak manajemen, hehehe… terkesan tidak official tapi datang dari sumber yang dapat dipercaya.
Informasi lainnya yang berhubungan dengan album baru U2 nanti, adalah mengenai keputusan Universal (label yang menaungi U2), Sony, Warner dan EMI dalam proses pembuatan format digital album. Selengkapnya dapat dibaca disini.
Terkait dengan hal itu, dikabarkan bahwa “kemungkinan” Songs of Ascent akan merupakan album pertama yang akan dirilis dari kesepakatan tersebut.
]]>Happy birthday to you,
Happy birthday, happy birthday….
Happy birthday The Edge!


ps: We don’t take credit for all pictures used in this post. Thanks to the plebans for sharing lots of awesome pics.
]]>Ini sepenggal catatanku dari “my 11th on 11th…” dan 12,13-kalinya berada ditengah U2 concert sejak tahun 1993 (Djundi Prakasha)
Password, you - enter - here… Paris, France…
You can’t write a U2 show,it just happens when the right ingredients are present… (The edge)
Catatanku ini dimulai dari rencana untuk nonton concert U2 tahun ini, dengan dirilisnya album No Line On The Horizon yang menurutku merupakan album masterpiece mereka.
Kehebohan sudah terjadi sejak awal Maret; berharap-harap cemas akan daftar negara mana saja yang akan mereka kunjungi, presale ticket dates, tema tour mereka dll.
Akhirnya pada 9 Maret situs resmi U2.com mengeluarkan tourdates dan sistem pembelian ticket dimana ticket presales dibagi dalam 3 kategori berdasarkan lamanya umur keanggotaan sebagai member U2.com.
Tanggal pembelian tiket untuk tiap negara dibuat berbeda. Tidak hanya itu, tapi penjatahan tiketnya pun tidak sama. Misalnya, untuk Eropa maksimal hanya 4 tiket untuk 1 negara, sedangkan bagi mereka yang nonton di States bisa 4 ticket untuk 4 kota.
Aku memutuskan mengunjungi Paris & Nice tahun ini.
Ketika tiba hari pemesanan tiket online bagianku, terjadi kepanikan yang lain lagi, karena situs yang harus aku kunjungi hanya memuat bahasa Perancis.
Terimakasih pada kemajuan teknologi yang memungkinkan temanku di Negara tersebut membantuku
Secara online. Tapi kekhawatiran masih belum selesai, karena ternyata ticket tidak dapat diambil di venue, melainkan harus dikirim via pos. Pengalamanku dan beberapa teman mengenai pengiriman barang dari luar memang menjadi alasan dari kekhawatiran ini.
Namun jalan menuju Paris sepertinya dilancarkan dengan kedatangan tiket diminggu yang sama dengan waktu pemesanannya.
Dengan tiket konser dan tiket pesawat serta resevasi hotel yang sudah beres, seharusnya aku tinggal santai saja menunggu hari keberangkatan, tapi dengan merebaknya virus H1N1 sekali lagi membawa kekhawatiran adanya pembatalan konser seperti yang terjadi pada Maret 2006 di Australia.
My 11th U2 concert on July 11th…
Tepat di tanggal 11 Juli 2009, merupakan konser U2 ke-11 yang aku tonton, namun berbeda dengan 10 konser sebelumnya, baru di U2360 inilah aku nonton bersama istriku, dan ini merupakan pengalaman terburukku untuk sistem antrian sepanjang konser U2 yang aku ikuti. Bukan hanya aku saja yang berpendapat demikian, namun hampir semua penggemar U2 yang aku kenal mengeluhkan masalah yang sama…
Pada konser-konser sebelumnya biasa terjadi pengaturan antrian yang ditangani secara independen oleh para penggemar. Hal tersebut akan menguntungkan mereka yang sudah mengantri dari pagi. Sedangkan yang aku alami kali ini sedikit membuat kesal karena bagi yang sudah berpengalaman dan meluangkan waktu untuk antri sejak jam 8 pagi menjadi sangat “useless”.
Sebenarnya mengantri dari pagi atau semalam sebelumnya itu merupakan hal yang biasa, namun menjadi masalah di Stade de France karena gate tidak dibuka secara bersamaan!
Bagiku, GA (general admission) or nothing!!
Gate untuk anggota u2.com berada di “gate H” sementara hari itu “gate H” dibuka 20 menit setelah gate lainnya terbuka! Hal inilah yang membuat orang saling dorong tidak beraturan, belum lagi sistem body checking yang membuat suasana semakin semrawut dan semakin menghambat kita sampai ke dalam.
It was WORST experience ever!!
Alhasil, aku dan istriku berada dalam lokasi outside the pit, padahal tadinya aku mengincar lokasi inside the pit. Meski begitu, temanku sudah menyarankan agar pada malam pertama aku sebaiknya berada outside the pit, agar dapat leluasi mengambil foto, sedangkan malam kedua barulah mengambil lokasi inside the pit.
Dan memang nyatanya dari outside the pit pemandangan yang aku peroleh masih ok, berhubung konsep panggungnya 360-degree sehingga memudahkan untuk melihat sekitar panggung dengan leluasa.
This tour, like Larry’s 360, karena hanya Larry & drum-nya saja yang dapat berotasi 360 derajat. Terdapat 2 jembatan untuk Bono dkk berlalu-lalang ke 2nd stage; untuk mendekat dengan para audience, sementara penonton di belakang Larry’s kit tidak akan khawatir untuk tidak dapat melihat Bono dan personil lainnya.
Dari tata lampu maupun setting panggung, The Claw Monster yang dibawa U2 kali ini sangat luar biasa! This one much better than Popmart…!!

Setelah beberapa kali nonton U2 concert – 3x untuk Zooropa 93, 2x untuk Popmart 97, 1x Elevation 2001, 2x Vertigo 2005, dan 2x Vertigo 2006 – aku baru menyadari bahwa “always 2nd nite better than 1st nite“. Hal ini juga semakin diperkuat jika kita memperhatikan materi lagu pada koleksi bootleg yang ada.
Untuk hari pertama di Paris ini bisa aku katakan sangat standard, kurang menggigit baik dari setlist, maupun emosi dari para personil U2. It’s still good for U2, but still too standard as far as I can feel.
Selama 2 hari tur di Paris, ada beberapa perbedaan.
Di hari pertama ada rekaman percakapan mereka dengan para astronot di Space station yang dilakukan sebelum konser berlangsung. Dari susunan lagu, jika hari pertama terselip lagu In a little while, maka di hari kedua terdapat perubahan setlist dengan memasukkan Stuck in the moment dan Mysterious ways.
Band pembuka, Kaiserchief, juga membuat beberapa perubahan antara hari 1 dan 2. Mereka cukup entertaining menggunakan jatah waktunya yang hanya sekitar 45 menit.
Perubahan lainnya yang sangat mencolok antara Paris 1 dan 2 adalah pada lagu penutup, Moment of Surrender. Penampilan Bono yang mengeluarkan rosario-nya lengkap dengan emosi yang sempat meletup ini pun menjadi pembahasan dalam komunitas U2 worldwide.
Dan sejauh pantauanku, mata Bono sempat berkaca-kaca ketika membawakan lagu penutup ini.
What a show….what an ending…

Bagi mereka yang merindukan kehadiran nuansa album POP, seharusnya cukup terpuaskan dengan kehadiran I’ll go crazy if I don’t go crazy tonight yang menampilkan versi remix oleh DJ Redanka.
Screen yang menampilkan wajah 4 personil yang diselaraskan dengan dentuman irama musik dinilai oleh beberapa penggemar merupakan salah satu efek yang sangat menghibur.
Namun hiburan terbesar dari lagu ini adalah ketika Larry Mullen, berkeliaran dengan jembe-nya, terutama bagi para Mullen-girl (sebutan untuk penggemar fanatik Larry Mullen jr.)
Pada Sunday Bloody Sunday di Paris 1, layar monitor besar itu sempat menghadirkan tulisan tentang Iran dalam bahasa arab.

Pidato singkat dari Desmon Tutu mengawali Where’s the street has no name. Pada saat Walk On dilantunkan, beberapa anggota Amnesty Internasional pun diboyong keatas panggung dengan menggunakan topeng kertas bergambarkan wajah Aung San Suu Kyi. Tentunya U2 tidak lupa untuk melakukan tribute bagi King of Pop, Michael Jackson pada lagu Angel of Harlem dengan memasukkan snippet I just can’t enough & Billie Jean.
Hal lain yang menarik perhatian pada U2360 ini adalah jaket LED yang didesign oleh Moritz Waldemeyer untuk Bono pada lagu UltraViolet. Pada lagu ini, Bono pun dilengkapi dengan Hanging Mic yang membuatnya dapat bergelayutan diatas panggung.


Secara keseluruhan, lagu-lagu dari album NLOTH yang aku anggap bagus versi live-nya adalah Unknown Caller dan Moment of Surrender.
I’ll go crazy if I don’t go crazy tonight juga bagus dengan versi remix-nya.
Untuk Show di Nice hampir sama dengan Paris 1, namun sedikit lebih baik dari paris 1. Snow patrol sebagai band pembuka pun cukup komunikatif.
Dari 3 concert U2360 yang aku datangi kali ini menurutku Paris 2-lah yang terbaik. So far, dari hasil perbincangan aku dengan beberapa teman, sampai tulisan ini aku buat, Barcelona 2 masih dianggap sebagai yang terbaik.
Tapi jika dibanding dengan Vertigo, secara keseluruhan concert, aku lebih memilih Vertigo daripada U2360.
Pada U2360, setlist dan snippet-snippet yang dipilih masih terasa sedikit “kurang nendang”, emosi para personil pun masih kurang, feeling-nya belum dapat.
Mungkin karena ini masih 1st leg dan masih terlalu awal. Aku yakin semakin lama akan makin baik, semakin terbiasa dengan panggung, setlist dan snippet yang lebih nendang (seperti yang terjadi pada Amsterdam 2)
And there’s no doubt,U2 are still the greatest rock band live performance on earth!!!
But one more thing, U2 fans are the best fans in the world….!
Dengan kemajuan teknologi serta perkembangan situs pertemanan seperti facebook, membuatku bertemu banyak teman saat aku nonton U2360 ini. Malah ada teman yang sempat bertemu di Melbourne 2006, ketemu lagi bareng di Paris 1, Paris 2 dan Nice. Kita bahkan antri di gate yg sama (cewe ini merupakan orang yang sama yang mendapat kesempatan naik keatas panggung di Melbourne 2006 dan Barcelona 2009, what a lucky girl).
Salah satu alasan mengapa aku memilih Paris, adalah karena ingin bisa mengunjungi Eze sur Mer, lokasi rumahnya Bono yang berjarak 30 menit dari airport. Saat aku berkunjung dan mengambil foto dirumahnya Bono ternyata sang vokalis sedang ngobrol dengan temannya (beberapa sumber mengatakan Penelope Cruz yang sedang ada disana, tapi tidak terlihat olehku). Bukan hanya berhasil mengambil foto Bono dari sela-sela pagar balkonnya, tapi juga berhasil mengambil fotonya Memphis Eve dan John (good stalker am I?)

Catatanku ini dibuat setelah concert mereka semalam di Amsterdam dan menjelang their homecoming concert…!
]]>Saya tidak tau seberapa besar ketertarikan para penggemar U2 lainnya; terutama di Indonesia, terhadap lagu yang mengiringi para personil menuju ke panggung ini, tapi saya secara pribadi cukup sibuk mencari konfirmasi mengenai lagu ini. Pada komunitas U2 fans worldwide saja saya perhatikan hanya segelintir orang yang membahasnya dan kemudian membantu saya kasak-kusuk mencari informasinya
Tentu saja yang saya maksud bukan Space Oddity milik David Bowie, tapi penggalan lagu sesudahnya. Jika ada yang tidak memperhatikan, atau malah tidak tau, silahkan disimak potongan dari youtube dibawah ini;
Lagu yang saya maksud adalah lagu yang muncul sesudah Space Oddity, pada video diatas lagu itu muncul tepat sebelum Breathe. Ya, lagu itulah yang membuat saya penasaran sejak dimulainya rangkaian tur U2 360 ini. Rumor yang sempat beredar cukup kencang menyebutkan bahwa lagu tersebut disinyalir berjudul Kingdom merupakan salah satu lagu terbaru milik Gavin Friday.
Mengapa Kingdom? Perhatikan baik-baik gambar dibawah ini:

Dan mengapa Gavin Friday? Hal ini bermula dari status update Gavin pada Twitter-nya, yang menuliskan: “Kingdom.. soon”
Berbagai spekulasi mulai bermunculan dikalangan U2ers. Saya pun sampai harus menyempatkan diri mencari kembali “In the name of the father” untuk membandingkan suara Gavin, karena saya merasa suara pada intro itu adalah suara Bono dengan beberapa layer suara lainnya, mungkin The Edge dan Eno bahkan Lanois …
Setelah penantian yang tidak terlalu panjang tapi cukup menggelisahkan, akhirnya konfirmasi dari Gavin pun disampaikan oleh seorang wanita bernama Caroline Van Oosten De Boer, penulis dari Gavin Friday - The Lights and Dark, yang juga merupakan co-author untuk U2 live - a concert documentary dan Complete Guide to the music of U2.
Caroline telah mengenal Gavin selama 20 tahun, dan juga merupakan pemilik situs U2log.com menyatakan bahwa ia telah menanyakan langsung pada Gavin pada saat ia sedang melakukan soundcheck di Queen Elizabeth Hall, London, awal Juli lalu mengenai berita yang menyatakan bahwa lagu terbaru miliknya-lah yang diputar sebagai intro pada U2 360 tour.
Kepada Caroline Gavin mengatakan bahwa lagu itu bukan lagu miliknya melainkan U2; “it’s all U2”
Bang! Bang! Inikah salah satu bagian dari Song of Ascent? Dan apakah ini merupakan lagu ini yang akan diberi judul Kingdom of your love?
Memang belum dapat dipastikan. We aren’t sure yet
Walaupun demikian sebagian penggemar U2 sudah meyakini bahwa intro ini merupakan potongan dari unreleased song.
Yang jelas, saya sangat menyukai lagu diatas itu. Dan jika benar lagu ini milik U2, maka ide memasukkan intro dari lagu milik sendiri yang bahkan belum dirilis merupakan ide yang cukup pintar. Lihat saja bagaimana para U2ers begitu menggilai Wake Up milik The Arcade Fire.
Jika ada yang merasa bahwa lagu tersebut terdengar seperti lagu-lagu milik Coldplay dalam album Viva La Vida, maka saya kurang setuju. Di telinga saya lagu yang dimainkan sebagai intro itu lebih tepat dikatakan terdengar sangat Eno!
Sing yourself (off) down the street
Sing yourself right off your feet
Sing yourself away from victory and from defeat
Sing yourself (five) and drum
Sing yourself to overcome
The thought that someone’s lost and someone else has won
.
Up-dated:
Lagu pembuka tersebut akhirnya dikonfirmasi oleh Willie William sebagai Kingdom of Your Love, yang merupakan bagian dari NLOTH. Konfirmasi ini dapat dilihat pada today’s tour blog di situs resmi U2.
Berikut kutipannya:
OK, the show. Opening night, the big launch… and of course it went remarkably well. In some ways I’d never doubted it, having been so very confident about the strength of this idea since it popped into my head in New Zealand in 2006, but of course I’d never admit that until the first gig was well and truly in the bag. It was a warm, clear night and the stadium was packed to the rafters with a very rowdy audience who were chanting and doing Mexican waves before U2 were anywhere near the stage. *At 10-ish the house lights went down and ‘Kingdom of Your Love’ came over the monster PA.* Larry made his solo, spotlighted walk up the long rear ramp to the drum kit, with constellations of flash bulbs going off all over the stadium, then sat down. The audience was in full voice, but I could sense in there if not confusion, a curiosity as to what exactly was about to happen. Larry hammered out the opening to ‘Breathe’ as the others appeared and I enjoyed feeling the audience realise that this wasn’t going to be as obvious an opening as we could have chosen. It felt good, new, fresh.
:YAY:
]]>U2-Indonesia baru akan menurunkan artikel/liputan mengenai konsernya sendiri setelah penampilan di Paris berakhir, karena tulisan akan dibuat langsung oleh orang yang menyaksikannya secara langsung, bukan menyadurnya dari tulisan lain
Demikian untuk diketahui oleh para penggemar U2 di tanah air.
Salam
~~Admin~~
]]>Multiple Sclerosis adalah penyakit saraf kronis yang mempengaruhi sistem saraf pusat. MS dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk masalah penglihatan, kelemahan pada otot, perubahan daya indra, depresi, kesulitan koordinasi dan berbicara, dan rasa sakit. Walaupun banyak pasien dapat menjalani hidup yang relatif normal, dalam kasus yang parah MS dapat menyebabkan kelumpuhan.
Video dibawah ini bukan hanya menampilkan lagu Beautiful day, tapi juga menunjukkan beberapa penderita MS dari berbagai latar kehidupan.
]]>Officially, Magnificent akan dirilis dalam 2 versi Disc:
Version 1 (disc berwarna hitam):
Namun, jika kita membeli single tersebut melalui iTunes, maka ada 2 pilihan versi, yaitu:
MAGNIFICENT with 2 remixes:
MAGNIFICENT with 3 remixes:
Sekedar saran dari saya, jika berminat untuk membeli single ini, sebaiknya memilih versi iTunes (hanya saja saya tidak dapat memastikan apakah dari Indonesia dapat mengakses iTunes UK tersebut). Karena untuk penampilan U2 di Somerville Theatre Boston tanggal 11 Maret 2009 yang lalu, dapat diunduh di internet secara gratis dan legal.
Secara resmi, U2 telah mengijinkan seluruh penggemarnya mengunduh penampilan live mereka dalam bentuk video maupun audio. Berikut tracking list dari penampilan mereka di Somerville Theatre tersebut:
Untuk mengunduhnya, pastikan untuk menggunakan koneksi broadband karena filenya cukup besar, 74MB.
Bersamaan dengan rilisnya single ke-dua ini, U2 pun telah melakukan pengambilan gambar untuk video klip, berlokasi di Morocco. Beberapa screenshot dari proses pengambilan gambar:
