Adore U2

U2 sangat istimewa, at least for me.
Yang membuat mereka istimewa adalah musiknya yang terus berkembang tapi personilnya tidak pernah berubah (1976-2006).

Grup01

Beberapa orang teman bilang bahwa musiknya U2 rumit ! Mungkin ada benarnya, apalagi U2 mengijinkan adanya eksplorasi besar-besaran dalam konsep bermusik mereka. Eksplorasi musik ditambah dengan makna yang tersirat dari lirik-liriknya bisa di-interpretasikan kearah yang beraneka ragam – mungkin itu yang memunculkan kesan bahwa musiknya U2 rumit.

Banyak orang mengira (atau menuduh ?) aku penggemar berat Bono, itu dugaan yang salah besar ! Aku bukan penggemar Bono, The Edge, Larry Mullen Jr., ataupun Adam, tapi penggemar U2 ! Aku menggemari grup, bukan personal. Aku mengoleksi semua album mereka, buku-buku yang ditulis khusus mengenai mereka, juga rekaman konser-konser mereka semata-mata supaya aku bisa mengerti apa yang ingin mereka raih dan bagaimana mereka mewujudkan impian mereka. Aku pengen tau proses yang mereka lalui atas hasil yang saat ini telah mereka raih. Karna aku sangat yakin bahwa itu bukan suatu keberuntungan. Cuma si untung dalam serial Donal bebek yang bisa beruntung seumur hidupnya, selain bebek karangan Walt Disney itu, aku sangat tidak mempercayai adanya keberuntungan yang menyertai hidup seseorang begitu lamanya.

Jadi, aku tidak akan pernah setuju terhadap pernyataan bahwa U2 beruntung selama karirnya atau Michael Schumacher punya faktor luck yang tinggi untuk menjadi Juara Dunia F1 selama 7 kali !!! Oh boy…. (sigh)

Aku mengagumi band ini atas apa yang telah mereka kerjakan dalam kebersamaannya. Bentuk kekagumanku yang sangat besar tidak muncul begitu saja setelah dengerin lagu-lagu mereka. Bagaimana mungkin aku mengagumi seseorang cuma karna denger dia teriak-teriak doang dalam lagunya, ga semudah itu rasa kagumku muncul. Lagu mereka yang pertama aku denger adalah Pride (in the name of love), dan aku cuma sekedar suka aja dengan lagu itu. Liriknya bagus dan musiknya enak.
Begitu seterusnya waktu aku dengerin lagu-lagu lainnya, sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengetahui segalanya mengenai U2. Puncaknya adalah ketika aku mulai mengenal Internet ! Dimana aku bisa mendapatkan begitu banyak informasi mengenai U2, tidak lagi terbatas pada informasi dari media lokal.

Yang paling mengagumkan bagiku adalah: mereka melewati puluhan tahun tanpa ada perubahan personil, dan setiap tahunnya selalu mengukir prestasi ! Aku sangat mengagumi loyalitas mereka terhadap profesinya dan juga loyalitas mereka terhadap apa yang telah membuat mereka sukses, yaitu band mereka sendiri. Bagiku, U2 adalah wujud nyata dari sebuah loyalitas – waktu 30 tahun itu bukan waktu yg mudah dilewati kan ?
Seandainya suatu saat nanti U2 bubar (amit-amit pisan !), atau ganti personil (ini juga amit-amit !), aku ga gitu yakin apakah saat itu aku masih jadi penggemar U2 :-D

Dengan keluarga / saudara sendiri aja kita kadang bisa ga sepaham, apalagi dengan temen-temen yang ditemui berdasarkan iklan di mading sekolahan ! Masing-masing personil U2 ketika bergabung memiliki agenda sendiri-sendiri dikepalanya (ngambil istilah yang sering dipake sama Big Boss ku dikantor, hehehe).

Larry, kepengen punya wadah untuk menyalurkan hobby musiknya. Larry yang sangat mencintai bunyi drum kepengen supaya gedebak-gedebuknya menghasilkan harmonisasi yang berarti, ga cuman sekedar bikin kuping tetangga jadi panas.
The Edge kepengen bisa menguasai segala jenis alat musik. Dengan jadi bagian dari sebuah grup band, paling ngga dia bisa punya sparing-partner. Niat awalnya hanyalah supaya dia bisa nyoba mainin segala instrument musik dengan suatu alasan yang jelas baginya.
Bono, dia sih cuman butuh pelarian doang dari rasa kecewanya terhadap lingkungan. Dia butuh komunitas yang bisa menerima kekurangannya, kalo bisa sih komunitas itu berhubungan dengan musik, soalnya dia hobby banget dengerin musik. Belakangan, niat Bono berubah, dia kepengen menyalurkan semua unek-uneknya dalam bentuk yang bisa didenger oleh banyak orang. Unek2 Bono bisa terhadap politik, lingkungan sosial, keyakinan, hubungan dengan orangtua, hubungan dengan keluarga, dll.
Sedangkan Adam, dia sih emang pengen bisa ngetop sama band-nya karena dia ga tertarik lagi dengan dunia pendidikan.

Dengan agend masing-masing itu, mereka bertahan selama 30 tahun. Berapa banyak sih grup musik yang bisa tahan dengan satu formasi selama berpuluh-puluh tahun gitu dan terus produktif ? dan gilanya mereka, hampir setiap album selalu menghasilkan prestasi ! Setiap konsernya selalu nangkring di urutan teratas baik dari segi jumlah penonton maupun jumlah dollar yang dihasilkan, sampe-sampe mereka masuk dalam jajaran musisi terkaya !

Membuat suatu prestasi itu bukan hal yang mudah, diperlukan konsistensi dan ketekunan dalam menjalani prosesnya. Masalahnya, agenda dikepala masing-masing personil itu bisa berubah dengan berjalannya waktu. Ga mudah untuk menjaga ego masing-masing agar tetap menjalankan tuntutan dari Management band-nya, tuntutan produser, tuntutan para sponsor, belon lagi idealisme masing2 personil. semua itu berhubungan dengan tanggungjawab.
Kebanyakan grup band yang bubar adalah karena tidak dapat menjaga ego masing-masing. Adanya benturan antara keinginan para anggota, tuntutan Management, keinginan pihak Label / Recording, keinginan sponsor, dsb.

U2 sangat mengerti bahwa dalam sebuah organisasi diperlukan adanya pembagian tanggungjawab dan mereka berkomitment untuk menjaganya dengan baik.
Urusan membuat lagu dan juru bicara band diserahkan sepenuhnya pada Bono, yang ditunjuk sebagai frontman. Padahal diawal pembentukannya, justru Larry-lah yang paling getol bikin lagu. Ketika Bono menumpahkan unek-uneknya terhadap apapun dalam lirik lagu, ga ada satupun personil yang protes. Begitu juga waktu Bono berulang kali bikin lagu untuk almarhum ayahnya, semua membiarkan. Untuk urusan engineering dan hal-hal yang berbau teknology dipercayakan pada The Edge. Waktu The Edge kegilaan sama musik tecno, sampe lahir album Trilogi Technotrika ala U2, personil lain juga asik-asik aja tuh.
Masalah sound system, atau hal-hal prinsip dalam musik dipegang oleh Larry. Sedangkan urusan penampilan adalah tugas Adam. Promosi dan hal-hal yang berbau marketing sudah jelas dipegang oleh Paul McGuinnes, sang manager yang udah bareng U2 sejak awal pembentukannya. Masalah pernak-pernik, logo dan urusan graphis sejak lama dipercayain aja ke Steve Averil.

Semua itu udah jalan bertaun-taun, bukan itungan 5 taunan, tapi udah puluhan taun ! Apa jadinya jika salah satu personil ngotot pengen nentuin urusan graphis, atau pengen ikutan nentuin urusan marketing, pastilah bakalan ada unsur pemaksaan yang mungkin sekedar ingin egonya menang aja ! Buntutnya bisa sama dengan nasib kebanyakan band yang cuman seumur jagung !

Ketika Bono mulai terlibat lebih jauh dengan masalah politik dan misi kemanusiaannya, apa komentar temen2nya ?
Biarin aja dia keliling dunia untuk urusan itu, supaya kita bisa kerja tenang tanpa dicerewetin. Kalo ada dia, komentarnya bisa bikin kita susah mikir ! kurang lebih seperti itu jawaban The Edge.

U2 bukan tidak pernah menghadapi ujian.
Beberapa kejadian nyaris membubarkan grup ini. Kejadian pertama terjadi di taun 1982, setelah album October di-release, saat itu The Edge merasa berada di persimpangan antara ajaran agama dan gaya rock n roll sehingga memutuskan untuk keluar dari U2. Untungnya Bono berhasil meyakinkan bahwa dia tetap dapat menjalankan ajaran agamanya dan bisa tetap bermusik karena kedua hal itu tidak akan berbenturan selama mereka dapat menjaganya.

Selanjutnya, ketika konser Live Aid tahun 1985, saat itu Bono membawakan lagu Bad yang aslinya cuman 4 menit jadi molor ke 12 menit gara-gara aksi panggungnya yang kebablasan. Akibat dari kejadian itu, single kojo mereka saat itu Pride (in the name of love) ga bisa dimaenin diatas panggung ! Atas kekonyolan itu, Bono menyatakan niatnya untuk mundur dari U2. Tapi justru karena aksi Bono itulah maka Larry, Adam & The Edge makin merasa yakin bahwa Bono memang cocok untuk jadi vokalis !

Tapi masalah terbesar yang dihadapi U2 datang dari Mister Tebar Pesona begitu julukan Bono untuk Adam Clayton. Diantara personil U2 memang cowo inilah yang paling aneh bin ajaib – rock n roll abis-lah !
Taun 1989 Adam ditangkep polisi karna kedapetan bawa ganja ! Gara2 urusan ini jadwal tur U2 berantakan dengan sukses. Ga kapok ditangkep sekali, Adam kena razia polisi lagi gara2 nyetir mobil sambil teler. Yang paling parah waktu U2 lagi nge-gelar konser spektakuler-nya ZOOTV live ditaun 1993. Saking telernya, Adam sampe ga bisa naek panggung & harus digantiin sama Stuart Morgan yang ga laen adalah roadie-nya sendiri.

Bono mengaku sempet pusing tujuh keliling gara2 ulah ajaib sang Flamboyant itu, tapi apa komentarnya mengenai Adam ? a real friend won’t do any harm. Saya ga peduli sama tur, konser, or whatever. Saya peduli sama Adam !.
Ketika Adam akhirnya mutusin untuk lepas dari kebiasaan ajaibnya, Larry-lah yang diserahin tanggungjawab sbg babysitter bagi Adam untuk menimba ilmu musik ke New York.

Jelas kan…
Bagi U2, menjalani 30 tahun itu merupakan hal yang tidak mudah, tapi juga bukan tidak mungkin untuk dapat dilewati. Walaupun tidak dapat disangkal bahwa kebersamaan mereka tidak lepas dari faktor emosional yang mengikat satu dengan yang lain, namun mereka dapat menjaga profesionalisme kerja sebagai bagian dari industri musik. Kesadaran mereka terhadap tanggungjawab merupakan hal yang patut ditiru.

Predikat Mega Rock Band, atau The Greatest Rock Band atau The Best Rock Band yang sering diberikan oleh industri musik kepada mereka merupakan kebanggaan untuk U2. Itu merupakan pembuktian atas apa yang telah mereka kerjakan dan sekali lagi, prestasi tersebut meminta kesabaran selama TIGAPULUH TAHUN saja !

Popularity: 5% [?]

Leave a Reply

Type your name. This field is required 
Type your email. I won't give it to anybody. This field is required 

Type your Website/Blog URL. Just leave it if you don't have any. 





11 Comments


#1

Gravatar

u2fenin

Published date: April 1st, 2008

thx… thxx.. thx… God Always Bless You

#2

Gravatar

matacapung2

Published date: April 12th, 2008

salam kenal.
saya terlambat sekali nih !!!! baru tau ada website penggemarnya U2 di indonesia ini.
udah lama kagum ma band ini. ada ‘rasa’ yang kuat di lirik2 U2.
dah baru tau sejarah U2 di tulisan ini. trima kasih banyak

#3

Gravatar

Admin

Published date: April 12th, 2008

@ matacapung2,

salam kenal..
rasanya kami juga terlambat menghadirkan weblog U2-Indonesia ini ;-)
semoga apa yang disajikan dapat menambah kecintaan dan kekaguman kita terhadap Larry Mullen Jr. Band :lol:

#4

Gravatar

zezaham

Published date: June 20th, 2008

U2,duuh ktinggalan info.trnyata ada u2indonesia!!!ktinggalan jg nntn u2nite-nya….,kpn2 klo ada u2nite lg promonya dtmbah donk!!

#5

Gravatar

teddy

Published date: October 7th, 2008

i love u2 4ever

#6

Gravatar

Amri

Published date: December 18th, 2008

I Love U2….they are great band…very solid band…U2 mania 4 ever till die….chiao

#7

Gravatar

mhan

Published date: December 24th, 2008

U2 adalah gambaran brotherhood n togetherness….

#8

Gravatar

didi

Published date: March 6th, 2009

aku perhatiin di video klip/konser, bono akrab ama si edge aja , bener gak ya

#9

Gravatar

kRis nAdiza

Published date: January 5th, 2010

entah kenapa vocalis di panggung selalu ingin mendekat kepada sang gitaris. ini terjadi pada band2 semisal Rolling Stones, Aerosmith, Guns ‘n Roses dll. di Indonesia pun seperti itu, Gigi band contohnya. Tak perlu terlalu risau akan hal tersebut..

#10

Gravatar

agung

Published date: January 27th, 2010

everybody loves U2

#11

Gravatar

Budi santana

Published date: April 17th, 2010

aku dgr lagu U2 yg with or without you…bener2 menyentuh hati,dan memang bangga sekali dgn U2 karena bisa melewati 30 tahun lebih dgn mengukir prestasi luar biasa…dan aku berharap dlm waktu dekat ini U2 bisa dtg ke indonesia untuk memuaskan para penggemar berat U2 di tanah air dan khususnya aku..