BOY, sisa Punk era 70an ?

10 Comments »

July 7th, 2008

Ketika membuka Wikipedia dan mendapati bahwa Boy, album pertama U2
dikategorikan dalam genre Post-Punk, aku memicingkan mata dan berpikir “Masa iya? U2 memainkan postpunk di album pertamanya?” Menurutku, genre itu terlalu jauh untuk menjadi golongan bagi U2.

Di mataku, band yang digawangi oleh Paul Hewson a.k.a Bono (vocal, guitar), Dave Evans a.k.a The Edge (lead guitar, backing vocal), Larry Mullen Jr (drum, perccusion) dan Adam Clayton (bass guitar) itu adalah band pengusung rock dengan bau-bau Irish di sana-sini karena memang mereka berasal dari Irlandia !

Sementara jika pendapat Wikipedia itu hanya bersandar pada angka produksi tahun 1980 yang memang periode dimana masa Punk generasi pertama seperti Sex Pistols telah tergantikan oleh generasi post-punk seperti The Police, The Cure serta Depeche Mode, kok sepertinya kurang pada tempatnya untuk tidak dikatakan latah.

Dari sisi musik.. ah aku cenderung untuk tidak terlalu dalam pada pembahasan area itu karena itu bukan domainku.
Aku, toh hanya mampu menyebutkan ciri musik yang tampil pada BOY ini tanpa memberikan satu kesimpulan sama sekali.
Ada riff-riff gitar yang cenderung statis dengan chord-chord standar, tabuhan drum yang meledak-ledak disela ritme yang disusun secara monoton (apa mungkin karena pengaruh Artane Boys Band, drumband yang salah satunya beranggotakan Larry Mullen Jr sebelum 1976 ?) serta suara bass yang menonjol dan kasar karena mungkin dipetik menggunakan pick dan tidak menggunakan jari secara langsung seperti yang banyak dilakukan oleh Sting (bassist sekaligus vokalis The Police) maupun Allan Hill (The Cure).

Tak cukup hanya percaya dengan Wikipedia dan pendengaraan sesaat yang mungkin sangat subyektif, aku pun mencoba membandingkan dengan memutar koleksi lawas kepunyaan Sex Pistols, Anarchy in U.K dan beberapa lagu lainnya. Satu hal yang menurutku menyisakan kemiripan hanyalah pada karakter vokal yang meninggalkan vibrasi dan terkesan lurus, lempeng, malah terkadang meledak-ledak dan berteriak. Lain, tidak!

Sebagai pembanding yang kedua, kupilih The Police dan The Cure.
Mungkin karena kedua band ini pun mengeluarkan album pada tahun-tahun yang nyaris sama dengan BOY, memang terdengar ada banyak kesamaan nafas antara mereka dengan U2.
Tapi sekali lagi, apa hanya karena itu lalu U2 pun bisa dianggap mewakili genre post-punk padahal genre toh tak harus hanya ditambatkan pada bagaimana cara mereka memainkan instrumen musik, bukan ?

Satu-satunya yang boleh dibilang sebagai clue dari album BOY-nya U2 terkait dengan wacana Post-Punk menurutku adalah tema lagu yang didaraskan serta pilihan-pilihan kata yang dirangkai
dalam lirik lagu mereka.
Ada nafas pemberontakan dan jiwa yang DIY (Do-It-Yourself) dalam lagu-lagu mereka.
Ada “mantra-mantra” yang diucapkan secara lugas seperti If you walkaway, walkaway I walkaway, walkaway…I will follow pada lagu I Will Follow dan frase Stories for Boys yang didengungkan berulang-ulang pada reffrein lagu dengan judul yang sama tersebut.
Lihat pula perjuangan “akil balik” pada Out of Control yang bahkan masih sanggup menyemangati pagi hariku meski aku sudah mulai menua dan menjauh dari masa akil balik tersebut ?

Disitulah kutemukan Punk!
Tak hanya post-punk! Bagiku U2 adalah Neo-punk, pengusung semangat punk yang menyeruak, menembus batas dan dimensi yang seharusnya hanya bisa dilakukan lewat jalur musik akan tetapi tidak terpaku pada satu bentuk tata-matra musik yang statis saja.

Teriakan-teriakan ide seorang Bono lewat lagunya adalah sebuah perjuangan. Ia tak mungkin akan pernah mau berteriak jika ia tak mau dan tak mampu untuk berjuang.
Sebuah fase yang mungkin terkadang terkesan too much, overacting dan kebablasan, tapi aku yakin ia sendiri yang menetapkan batas takarannya, ketika dunia memang harus dikomentari secara berlebihan seperti itu, kenapa tidak ?

Itulah! Pada akhirnya aku mendapatkan pendekatan yang cukup jelas dan tepat untuk “setuju” dengan apa kata Wikipedia menyoal genre musik yang diusung pada album BOY ini.
Bagiku, hingga saat ini dan entah sampai kapan, semangat yang ada dalam setiap lagu U2 adalah sebuah neo-punk dan bahkan punk itu sendiri!
Sebuah punk yang berkembang. Sebuah improvisasi yang terasa sangat kentara dari album ke album.
Dari yang semula sekadar “protas-protes” ala teenagers yang sedang beranjak ke young adult, menjadi sebuah “ajakan yang menggugah”, sebuah offering sekaligus effort dari mereka untuk membangun dunia yang lebih baik dan lebih nyaman untuk ditempati.

Dan dari itu semua, dari seluruh kiprah U2 hingga akhir mereka nanti, serta terlepas dari masalah punk, post punk maupun rock saja, satu hal yang perlu dicatat.. mereka mengawalinya dari BOY!
(DV)

============================
Seperti yang ditulis oleh: Donny Verdian dalam blog pribadinya.

Popularity: 27% [?]

Leave a Reply

Type your name. This field is required 
Type your email. I won't give it to anybody. This field is required 

Type your Website/Blog URL. Just leave it if you don't have any. 





10 Comments


#1

Gravatar

suci_dalam_debu

Published date: July 7th, 2008

sepertinya ga salah kalo u2 disebut “post punk” bukan hanya dari semangat serta lyric2 mereka…
coba mundur lagi kebelakang paul hewson dkk memang penggemar berat “joy division” yang memang disebut2 akarnya band post punk (bukannya the police atw the cure), bahkan di album pertama “boy” tersebut bono dkk ingin sekali album mereka digarap oleh produser jenius “martin hannet” yang memproduseri album2nya “joy division” sehingga mereka rela pergi ke london untuk nungguin hennet garap albumnya “joy Divivsion”..bono dkk ikut nungguin waktu “joy Division n hannet” lagi garap “love will tear us appart” (lagu JD yg s/d saat ini sering dibawakan oleh U2). Namun project mereka gagal karena ditengah petrjalanan vokalis joy “ian curtis” bunuh diri dan “hannet” menyatakan pensiun, kemudian boy digarap oleh “steve lillywhite” namun ada garapan hannet untuk u2 coba dengar di lagu “11′o clock tick tock” yang baru dirilis di album “under…..” (baca u2 by u2)
benar memang kalo lyric, perjuangan bono dkk erat kaitannya dengan semangat post punk, walaupun sebenarnya semangat post punk sendiri tidak sebesar yang dimiliki oleh Bono dkk….
tapi ini sedikit tambahan dari saya kenapa u2 awal, disebut-sebut sebagai band post punk ketika dilihat dari sisi musikalitas ….thanks

#2

Gravatar

Dhea

Published date: July 7th, 2008

Interesting! artikel ini menarik sekali untuk saya walaupun saya gak punya byk komen mengenai hal ini tapi kalu mdengar album-2 pertama u2 mmg rasanya ada aliran post punk disana.

#3

Gravatar

Donny Verdian

Published date: July 8th, 2008

Trmis udah dimuat, Redaksi :)
Sukses selalu..

U2 Rocksss!!!!

#4

Gravatar

Poptician

Published date: July 9th, 2008

@suci_dalam_debu
cuman koreksi dikit, 11 o’clock tick tock bukan dikeluarkan pada album “under a blood red sky”. Lagu itu dah dirilis sbg single thn 1980, and emang bener yg produksi single itu martin hannett.
gitu aja koreksinya.

@Donny
tulisan yg bagus, Bro!U2 rockssss!!!

Poptician out…

#5

Gravatar

Herri

Published date: July 9th, 2008

Dulu lagi jamannya gw suka U2 sendirian (lantaran ditinggal temen gw ke Bandung), kalo ngeracunin orang biar suka U2, gw tanya dulu mereka seneng apa.
Kalo seneng punk, gw kasih album Boy, October atau War.
Kalo yg seneng rock, gw kasih Unforgettable Fire, Joshua Tree dan Rattle N Hum.
Nah kalo mereka seneng pop, gw kasih aja Achtung Baby, Zooropa atau bahkan Pop.
Dan hasilnya lumayan berhasil…

#6

Gravatar

suci_dalam_debu

Published date: July 10th, 2008

yup emang betul 11 o clock dah di rilis sbg single th 80,tapi oleh mereka ga diikutsertakan di BOY seperti halnya “i will follow”, and baru masuk di album ya di under….itu,
thanks u korekinya mr.pop

and thank to donny

#7

Gravatar

Poptician

Published date: July 10th, 2008

@suci_dalam_debu
sama2 yah!

@Herri
knp sih lu gak ikut temen elu ke bandung?huahahahahahahahahahahahaha…

Poptician out…

#8

Gravatar

COEXIST

Published date: July 11th, 2008

@Herri…
Cara itu jg gw pake mas…
Cuma bedanya klo POP gw masukin kategori Disko bukan POP, yah karena MOFO bukan POP, hahahahah

Eh iya, knp ga ikut temen aja ke bandung, klo perlu ikut ke Rusia aja biar anak2 sini gampang klo mau nitip barang, heheheh!!

@Donny…
Keren bro tulisannya…

#9

Gravatar

Juan

Published date: July 28th, 2008

hahahha… keren,, tp rata2 with or without masuk lah di kuping sebagian besar pecinta musik,,, ada temen gw suka bgt sm tuh lagu,, pas gw puterin PLEASE dia tanya “lagunya sapa tuh” hahahaha,, kaget pas gw bilang U2.. emang explorasi musik U2 gilaaaaaa,,, apalagi klo gw puterin MOFO, pasti g kebayang tuh klo itu lagunya U2,,hahahaha…

It’s what lovers deal
It’s what lovers steal
You know I’ve found it
Hard to receive
‘Cause you, my love
I could never believe

#10

Gravatar

danko

Published date: March 11th, 2010

dari semua album U2, gw suka bgt ma Joshua Tree ma Rattle n’ Hum, nurut gw ‘pick” vokal Bono didua album itu, t’akhir suka bgt ma No Line on The Horizon dgn, albm yg ad Beautiful Day..sorii lupa! U2 e-akan kembali akar pas album Beautiful Lady..:p