25th anniversary of WAR
Dua puluh lima tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 Februari 1983, album WAR di release.
Memperingati kehadirannya, aku ingin membahas album tersebut.
Bukan materi albumnya, melainkan cover album !
Sampai dengan saat ini, jika harus memilih 3 cover album favorit, maka aku akan memilih cover BOY, WAR dan BEST OF 1980-1990.
Aku kurang menyukai cover album yang menonjolkan artisnya, apalagi kalau kental dengan kesan narsis, hahaha !
Ketika U2 mengeluarkan album pertama mereka, keahlian disain grafis masih merupakan keahlian langka di Irlandia. Namun konsep cover untuk album BOY dan WAR sendiri sudah ada di benak Bono, bahkan ketika album pertama mereka belum di-release. Dilengkapi dengan keahlian yang dimiliki oleh Steve Averill, maka terciptalah cover-cover album yang saya sukai tadi.
Ke-3 cover album yang aku sebutkan diatas memakai Peter Rowen sebagai model, namun dengan usia yang terpaut 3 tahun.
Pemotretan BOY dilakukan ketika Peter berusia 6 tahun, sedangkan pada WAR Peter telah berusia 9 tahun.
Diungkapkan Bono, bahwa ia ingin menunjukkan sebuah “perubahan” dalam kedua cover album tersebut.
Jika BOY menampilkan ekspresi kepolosan murni dari seorang bocah, maka WAR – sesuai dengan judul albumnya – menampilkan kemarahan, ketakutan dan kepedihan.
Cover album ini jelas ingin menggambarkan efek dari sebuah peperangan. Lihat saja bagaimana mata Peter Rowan mengatakan segalanya, lengkap dengan sebuah goresan luka dibibirkan. So perfect !
Selain itu, melalui cover ke-dua album ini (yang memang direncanakan berkesinambungan), Bono ingin menyampaikan bahwa baik musik dan lirik U2 akan mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Ia ingin semua orang melihat bahwa mereka tumbuh dan berkembang, dari boys menjadi apa pun yang mereka inginkan nantinya.
Lihat bagaimana mereka telah menancapkan konsep bermusiknya sejak 25 tahun yang lalu.
Jadi, kita tidak perlu heran dengan lahirnya album seperti POP atau apapun yang nantinya akan keluar. Karena mereka memang ingin selalu berkembang.
Dan hal itu sudah disampaikan jauh-jauh hari sebelum album nyeleneh di release.
Pemotretan dilakukan disekitar rumah sang photographer, Ian Finlay dengan menggunakan beberapa property, diantaranya helm dan masker oksigen.
Foto Peter dengan menggunakan helm dan masker muncul sebagai cover single “The Sweetest Thing”, sedangkan foto Peter dengan menggunakan helm menjadi cover dalam album “Best of 1980-1990”.
Penggunaan huruf besar warna merah pada cover depan adalah untuk memberikan kesan kontras terhadap warna covernya sendiri, hitam-putih dan mempertegas konsistensi antara materi album dan covernya agar pendengar dapat menangkap pesan yang ingin disampaikan, bahwa peperangan hanya akan meninggalkan luka, semerah darah.
(sumber: stealing hearts at a travelling show by Steve Averill)
Well,
dalam rangka memperingati 25 tahun album WAR, selama bulan Februari ini kompie dikantorku dan laptop menggunakan ke-6 wallpaper ini:

Popularity: 45% [?]
Leave a Reply