Beyond the tour (Vertigo, Chicago 2005)
Jika harus mengadakan konser didalam gedung (indoor) maka U2 lebih menyukai konsep arena, seperti yang terekam dalam video konser Vertigo di Chicago, 2005. Pada dasarnya U2 lebih menyukai konsep outdoor ketimbang indoor. Paul McGuinness sendiri menekankan bahwa konsep outdoor lebih cocok untuk U2 karena (sejak sukses dengan tur zooTV) mereka cenderung memilih disain panggung yang bisa dibilang megah, lengkap dengan segala atributnya.
Seperti yang kita tau, bahwa dalam rangkaian konser Vertigo, U2 menggunakan design panggung berbentuk elips yang merupakan sebuah visualisasi dari logo Vertigo sendiri.

Menurut Willie Williams selaku show-designer, proses disain panggung memerlukan waktu 6-9 bulan. Sedangkan konsep panggung elips sendiri merupakan ide dari Bono. Dijelaskan pula oleh Ned O’Halon (Producer yang menangani konser Vertigo) tujuan dari elips panggung adalah untuk memberi sesuatu yang lebih bagi penonton yang berada dalam lingkaran dalamnya. Hal ini merupakan hal yang umum dilakukan oleh penyanyi, begitu juga U2 yang berharap para penonton ini mendapat sesuatu yang tidak diperoleh para penonton yang membayar lebih mahal untuk bisa mendapatkan tempat duduk.
Paul McGuinness berbagi sedikit cerita mengenai pemilihan penonton yang mendapat tempat dibagian dalam elips tersebut. Awalnya, penempatan dilakukan berdasarkan urutan kedatangan (antrian), namun berdasarkan pengamatan dari manajemen konser, tidak sedikit penonton yang mengikuti tur di beberapa kota selalu mendapatkan urutan antrian yang sama, sehingga penonton yang mendapat “jatah” didalam elips cenderung sama pada beberapa konser.
Bagi manajemen U2, hal itu tidak menarik. Karena bagi U2, penonton harus mendapat surprais terhadap apa yang akan terjadi. Sedangkan mereka yang selalu berada dibagian tersebut cenderung mengetahui atau paling tidak dapat menebak apa yang akan terjadi kemudian.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, manajemen akhirnya mengubah sistem penomoran dengan menggunakan sistem random. Dengan demikian, jika seseorang berada pada urutan paling depan dari antrian, belum tentu ia mendapatkan tempat di bagian elips. Hal ini membuat para penonton cenderung berdebar-debar ketika tiket mereka akan di-scan, karena hasil scan pada layar monitor akan menampilkan: you are in or not. Hmm, kalo kita pergi dengan teman atau rombongan kemungkinan bisa terpisah lho !
Pernah kebayang ‘ga urusan penyetelan gitar-gitar yang akan digunakan oleh The Edge & Adam ? Dallas Schoo yang bertugas sebagai guitar technician merasa sangat menikmati tugasnya, bekerja untuk salah satu gitaris terbaik. Bukan pekerjaan yang mudah untuk menyetel gitar-gitarnya The Edge. Berdasarkan pengalaman mr. Schoo, untuk menyetel gitar milik gitaris lain ia hanya memerlukan waktu sekitar 2-3 jam saja. Sedangkan untuk The Edge, perlu waktu 8-9 jam saja !
BTW kalau kita sedang berada jauh dari tempat tinggal kita atau kampung halaman, biasanya suka kepengen tau ga sih apa yang terjadi disana terutama jika kita harus meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama !
Well, bagi U2 dan beberapa kru yang berasal dari Irlandia, ternyata cukup penting untuk selalu up-date berita mengenai kampung halaman mereka selama menjalani tur panjang. Bukan dari internet atau TV, tapi seorang Dennis Sheehan, sang tour manager, yang selalu rajin membawakan The Irish Times bagi semua orang.
Keliatannya sepele, tapi justru menunjukan sesuatu yang besar yah ? Nasionalisme, maksudnya. Masih pada inget kata-katanya Bono ditengah lagu Out of Control yang dibawakan dikonser Elevation di Slane Castle ? Apa hayo ?
“father, I need a lend of 5000 pound to make a record deal. If we have our record deal, we’re not gonna stay in London or New York City. We’re gonna stay here, in Dublin !”
Sekarang mengenai pemilihan lagu. Dalam setiap periode perjalanan tur, U2 akan mengistirahatkan salah satu album fenomenal mereka, misalnya The Joshua Tree. Mengistirahatkan disini artinya mereka hanya akan membawakan 1-2 lagu saja dari album tersebut. Tujuannya jelas kan, agar lagu lain tidak mudah dilupakan dan lagu yang dimainkan tidak membosankan.
Orang yang tidak kalah sibuk dalam sebuah rangkaian tur tentu saja sang tour production manager. Untuk konser Vertigo ini jabatan tersebut dipercayakan pada Jake Berry yang akan memastikan jumlah kru yang terlibat, ketersediaan listrik, termasuk berhubungan dengan promotor lokal.
Paling tidak, kita jadi “sedikit” tau-lah nama-nama orang belakang layar yang mungkin jarang disebut, tapi menghasilkan sesuatu yang luar biasa ini.
(sumber: Beyong the tour Documentary / DVD Vertigo 2005 Live from Chicago / Disc Two)
Popularity: 32% [?]