U2 dimata seorang Chris Martin (Coldplay)

No Comments »

May 31st, 2006

Coldplay sering disebut-sebut sebagai the next U2 walaupun aku sendiri sama sekali tidak yakin bahwa mereka sanggup menjadi the next U2. Membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk mencapai kesana :-D

Dalam ajang Grammy ke 48 yang diselenggarakan bulan Februari lalu, penonton menjadi saksi bagaimana usaha keras dari seorang Chris Martin untuk mengadaptasi Bono’s style diatas panggung. Ketika Majalah Rolling Stone mengeluarkan edisi The 50th anniversary of Rock dengan mengambil tema: The Immortals, 100 artis terbesar sepanjang masa Chris Martin sebagai salah satu kontributor memilih U2 sebagai artis terbesar versinya. Berikut ini pendapat dari Chris Martin yang dikutip dari majalah tersebut:

Saya memang tidak sering berakhir pekan ke Irlandia dan menunggu didepan pintu gerbang rumah mereka, tapi U2 adalah satu-satunya band yang karyanya saya hafal semua. Saya hafal luar dalamnya lagu pertama pada The Unfogettable Fire, A Sort of Homecoming. Lagu itu mengharukan, brilian dan sangat indah. Itu adalah salah satu lagu pertama yang saya mainkan untuk anak saya saat masih dikandungan ibunya.

Album U2 pertama yang saya dengar adalah Achtung Baby di tahun 1991, usia saya 14 tahun. Sebelumnya saya malah tidak tau album itu apa. Sejak itu, saya melacak kebelakang. Setiap enam bulan, saya membeli album U2 yang baru. Sound yang mereka pelopori, fondasi bass dan drum serta gitar berisi efek yang melayang diatasnya terdengar berbeda dengan apa yang pernah ada sebelumnya. Mereka mungkin adalah satu-satunya band anthemic rock yang terbaik.
Yang saya paling cintai dari U2 adalah bahwa band-nya lebih penting dari lagu atau album mereka. Saya senang mereka bersahabat dan saling memiliki peran yang integral dalam kehidupannya masing-masing. Dan mereka satu-satunya band yang telah bertahan selama 30 tahun tanpa pergantian personil dan perpecahan besar.

Masyarakat kita sudah kacau, ketenaran hanyalah buang-buang waktu dan budaya selebriti begitu memuakkan. Hanya sedikit orang yang berani menentangnya, dan menggunakan ketenaran untuk hal-hal baik. Setiap kali saya mencobanya saya merasa tolol, karena saya melihat Bono bisa membuat sebuah perubahan nyata. Sementara orang-orang sibuk memaki George Bush, Bono meraba punggung Bush dan mendapatkan satu milyar dolar untuk Afrika. Dia sudah mencapai begitu banyak bersama Greenpeace, di Sarajevo, dalam konser untuk menutup pabrik nuklir Sellafield, dan dia terus berjuang.
Saat Coldplay berniat memperjuangkan perdagangan adil, kami mengikuti teladan Bono. Itulah yang kami pelajari dari U2: Anda harus berani untuk menjadi diri sendiri. (dikutip dari Rolling Stone, Jun 2005)

Jadi…
sanggupkah Chris Martin membawa band-nya untuk menjadi The Next U2 ?
Time will tell …

Popularity: 8% [?]

Leave a Reply

Type your name. This field is required 
Type your email. I won't give it to anybody. This field is required 

Type your Website/Blog URL. Just leave it if you don't have any.