The Joshua Tree (Mar 1987)
UK Chart Pos: [1] USA Chart Pos:[1]
Island Records, Producer: Brian Eno & Daniel Lanois
Masih ditangani oleh duet Brian Eno dan Daniel Lanois, U2 merilis album The Joshua Tree yang disepakati oleh banyak orang sebagai titik puncak kesuksesan U2, baik di Inggris maupun di Amerika
Album yang menghasilkan hits macam Where the streets have no name, I still haven’t found what I’m looking for, dan With or Without you ini memuncaki tangga lagu di Amrik, Inggris dan seluruh penjuru dunia.
Dengan lebih variatif, subtil, dan sanggup menjaring pendengar musik mana pun juga, maka tak salah jika industri musik menganggap bahwa album ini pantas menjadi sejarah.
Beberapa kunci kesuksean album ini adalah: Kian absurd-nya Bono, makin malasnya The Edge memetik gitar, Adam Clayton yang kian mematenkan single note drive pada petikan bass-nya dan Larry Mullen Jr. yang telah menemukan gebukan khas-nya.
Judul album ini diambil dari sebuah pohon yang tumbuh di tanah berbatu Barat Daya Amerika. Kaum Mormon menyebut pohon melintir itu sebagai praying plant. Sementara Kitab Perjanjian Lama mengatakan itu adalah pohon yang menunjukkan jalan ke arah Promised Land.
Kesuksesan album ini dilengkapi dengan 3 Grammy pertama untuk U2.
Grammy pertama diterima atas kategori: Best Rock Performance By A Duo Or Group With Vocal pada acara 1987 - 30th Annual GRAMMY Awards.
Grammy kedua untuk kategori paling bergengsi yaitu: Album of the year, masih dalam ajang Grammy yang sama.
Grammy ketiga diperoleh U2 setahun kemudian dalam acara 31st Annual GRAMMY Awards (1988) untuk kategori Best Performance Music Video atas lagu Where the streets have no name.

Komentar Bono:
Banyak lagu dari album ini yang berawal dari kamar tidurnya Larry atau ruang tamunya Adam. Giliran direkam, kami seringkali tidak memberikan respon serius terhadap materi-materi semacam itu. Dan ketika dibiarkan untuk direkaman dengan gaya kami sendiri, outputnya adalah materi yang berupa demo. Kami harus ngotot-ngototan dulu untuk memoles semuanya. Banyak sekali yang akhirnya kami buang. Soalnya kami merasa tidak pas. Untuk album ini kami ingn membuat sebuah album yang utuh, tidak seperti keilangan fokus ditengah-tengah
(source: Haiklip)
komentar U2-indo:
Yaaah… kalau harus melewati proses ngotot-ngototan tapi menghasilkan sebuah album fenomenal seantero jagad (wuiiih…) rasanya worth it kan ?
Popularity: 10% [?]
Leave a Reply